“Selama proses pengurasan berlangsung, aliran air mungkin terganggu sementara. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan menghimbau kepada pelanggan untuk dapat menampung air secukupnya” jelas Rudy Hartono
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Perumda Air Minum Batiwakkal Kabupaten Berau melakukan pengurasan serta pembersihan IPA (Instalasi Pengolahan Air) dibeberapa wilayah sesuai jadwal yang sudah ditetapkan.
Proses pengurasan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Air Minum Batiwakkal, kembali berlanjut, giliran IPA Raja Alam II yang melalui proses pengurasan pada Kamis (22/5/2025), pekerjaan dimulai pada pukul 08.00 Wita pagi.
Dijelaskan Rudy Hartono, SE Kasubbag Pelayanan Pelanggan Perumdam Batiwakkal, pengurasan air PDAM adalah proses membersihkan dan membuang air yang terendapkan di dalam jaringan pipa atau bak penampungan air PDAM.
Proses ini bertujuan untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan tetap bersih dan jernih, pengurasan dapat dilakukan secara rutin atau ketika ada pengaduan air keruh.
Ia juga menyampaikan kepada pelanggan air bersih Perumdam Batiwakkal Berau, untuk tetap menjaga K3 (Kualitas, Kuantitas dan Kontinuitas) kususnya kualitas air yang terima pelanggan tetap bersih dan layak konsumsi,
“Selama proses pengurasan berlangsung, aliran air mungkin terganggu sementara. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya, dan menghimbau kepada pelanggan untuk dapat menampung air secukupnya” jelas Rudy Hartono.
Meski begitu, pihaknya dan tim akan berupaya bekerja cepat, agar dampak terhentinya suplai air tak memakan waktu lama. Aliran ke pelanggan bisa segera normal.
“Pemulihan dan pengisian pipa diprediksi butuh waktu 48 jam. Insyallah dalam kurun waktu tersebut sudah ada yang ngalir secara bertahap,” sambungnya.
Tim pun, kata dia, akan bekerja maksimal agar dampak penghentian sementara tak berjalan lama. Dia juga berterima kasih kepada pelanggan atas pengertiannya, selama pekerjaan berlansung.
Selama proses pengurasan di IPA Raja Alam II, suplai air bersih terhenti di beberapa wilayah. Berikut daerah yang terdampak :
Jl. Raja Alam, Jl. HARM Ayoeb, Jl. Sultan Agung, Jl. Padat Karya, Jl. Diponegoro, Jl. Perjuangan, Jl. Karang Mulyo, Jl. Mawar, Jl. Cempaka, Jl. H Isa I-II-III, Jl. Al Bina, Gunung Tabur, Makassang, Maluang, Samburakat dan Wilayah sekitarnya (*).
















