DLHK Berau telah memasang alat pemusnah sampah ramah lingkungan atau Incerenator di TPST Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan, berkapasitas 1 ton per hari
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Timbunan sampah di Kabupaten Berau semakin hari semakin meningkat, terutama sampah yang sulit terurai seperti sampah plastik. Secara individu, sampah rumah tangga/keluarga menyumbang sampah yang sulit terurai paling banyak, misalnya untuk makan dan minum sebagian besar masih dengan menggunakan kemasan botol plastik.
Begitupun untuk membungkus makan, lebih sering menggunakan bahan dari plastik, termasuk untuk membungkus belanjaan dari pasar misalnya, pun menggunakan plastik, bahkan saat masyarakat membuang sampah itu sendiri, juga memakai kantong plastik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim Suharjana, mengungkapkan pihaknya terus mencarikan solusi atasi persoalan sampah yang kian kompleks saat ini di Kabupaten Berau.
“Sampah yang berasal dari bahan plastik ini untuk terurai memerlukan waktu hingga ratusan tahun” ungkap Mustakim.
Mustakim mengajak untuk mulai peduli dengan lingkungan, dengan gerakan membuang sampah terpilah (GMST) terutama sampah rumah tangga sebelum dibuang ke TPA harus dipisahkan antara sampah organik maupun anorganik, jika perlu sampah harus sudah selesai di tingkat RT, Kelurahan atau kampung.
“TPA hakekatnya bukan tempat pembuangan akhir sampah, tapi sebagai tempat pemrosesan akhir sampah, seharusnya sampah yang dibuang harus berupa residu sampah” tambah Mustakim.
DLHK Berau telah memasang alat pemusnah sampah ramah lingkungan atau Incinerator di TPST Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan, berkapasitas 1 ton per hari.
“Kami memilih alat ini karena ramah lingkungan, tidak memerlukan bahan bakar dengan teknologi selfburner atau pembakar sampah mandiri, jadi bahan bakarnya sampah itu sendiri” terangnya.
Pihaknya telah melakukan uji baku mutu pelepasan udaranya yang sudah memenuhi standar, sehingga nantinya abu pembakaran akan dibuat untuk paving block yang bisa bermanfaat untuk perbaikan fasilitas jalan dan lainnya.
“Harapan kami kedepan, alat seperti ini bisa dipasang ditiap desa atau kampung” pungkas Mustakim (*).
















