Laskar Borneo Nusantara (LBN) salah satu ormas di Berau, mendukung penuh DPRD Berau yang berencana membentuk Pansus untuk mengevaluasi kinerja Perusda
| Editor : Alex PB
TANJUNG REDEB – Berdasar data dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Berau, di tahun 2024 lalu target pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan melalui penyertaan modal di Perusda ditetapkan sebesar Rp.19,6 miliar. Namun realisasinya hanya mencapai Rp.18,5 miliar atau sekitar 94,48 persen.
Angka tersebut masing-masing berasal dari Bank Kaltimtara Rp.14,9 miliar, PT Hutan Sanggam Labanan Lestari sebesar Rp.28 juta, Perumda Batiwakkal Rp.1,4 miliar dan PT Indo Pusaka Berau Rp. 2,3 miliar
Oleh karena itu, DPRD Berau berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengevaluasi kinerja empat perusahaan daerah (perusda) yang dinilai belum mampu memberi kontribusi nyata bagi pendapatan asli daerah (PAD), padahal, suntikan modal hampir setiap tahun terus digelontorkan pemerintah daerah.
Pun sejumlah elemen masyarakat mempertanyakan kontribusi perusda ke daerah dan bahkan, mereka menganggp ada potensi tidak transparannya dalam hal setoran PAD maupun yang lainnya.
Laskar Borneo Nusantara (LBN) salah satu ormas di Berau, mendukung penuh DPRD Berau yang berencana membentuk Pansus untuk mengevaluasi kinerja Perusda.
Melalui ketuanya, Ronny Sarta, meminta kepada DPRD agar pembentukan Pansus jangan hanya gertak sambal dan secepatnya dibentuk. Ia pun mendorong pihak kejaksaan dan aparat terkait segera memeriksa Perusda tersebut apabila ditemukan indikasi kerugian atau bahkan penyimpangan penggunaan dana APBD.
“Kami dukung rencana DPRD Bentuk Pansus, banyaknya Perusda itu harus memberikan kontribusi maksimal bukan hanya pandai menghabiskan anggaran daerah” tegas Ronny (*).
















