Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Sumadi Dorong Wujudkan Gemar Makan Ikan Lewat Budidaya Mandiri

×

Sumadi Dorong Wujudkan Gemar Makan Ikan Lewat Budidaya Mandiri

Sebarkan artikel ini

“Harapan kami Budidaya lele bisa dilakukan dengan modal kecil dan lahan terbatas. Tingkat keberhasilannya tinggi, jadi sangat cocok untuk warga kampung maupun perkotaan,” ujar Sumadi

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Program Pemerintah Kabupaten Berau terus mengintensifkan Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemarikan) untuk meningkatkan konsumsi pangan bergizi di masyarakat. Meski angka konsumsi ikan di Berau telah melampaui rata-rata provinsi dan nasional, potensi peningkatannya dinilai masih sangat besar.

Data tahun 2024 mencatat konsumsi ikan masyarakat Berau mencapai 69,18 kilogram per kapita per tahun. Angka itu lebih tinggi dibandingkan konsumsi tingkat provinsi sebesar 59,75 kilogram dan nasional 58,91 kilogram. Kondisi ini sekaligus menunjukkan kapasitas produksi ikan di Berau berada pada posisi yang lebih unggul.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong masyarakat Berau untuk tidak hanya menjadi konsumen dalam mewujudkan gemar makan ikan, tetapi juga turut berperan sebagai produsen melalui budidaya ikan mandiri di lingkungan rumah.

Menurutnya, langkah ini tidak sekadar memperkuat ketahanan pangan keluarga, namun juga menjadi solusi efektif pemenuhan gizi harian.

“Harapan kami Budidaya lele bisa dilakukan dengan modal kecil dan lahan terbatas. Tingkat keberhasilannya tinggi, jadi sangat cocok untuk warga kampung maupun perkotaan,” ujar Sumadi.

Sumadi juga mencontohkan, keberadaan budidaya sederhana seperti kolam kecil atau sistem ember (budikdamber) mampu menyediakan sumber protein hewani yang stabil bagi keluarga tanpa harus membeli setiap hari.

“Menurut kami kebiasaan makan ikan tidak cukup dibangun melalui imbauan pemerintah saja. Perlu ada contoh nyata berupa aktivitas produktif yang dapat dilakukan masyarakat secara langsung. Selain itu, budidaya mandiri juga dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah naik-turunnya harga pangan,” jelas Sumadi.

Sumadi juga menambahkan, Pemkab Berau  melalui dinas terkait perlu memperkuat dukungan teknis agar gerakan ini berjalan berkelanjutan. Bentuk dukungan itu meliputi pelatihan budidaya, penyediaan bibit unggul, hingga pendampingan pascapanen.

“Kalau masyarakat sudah mampu memproduksi pangan bergizi sendiri, dampaknya besar bagi kesehatan sekaligus ekonomi. Ini gerakan sederhana tetapi efeknya signifikan,” tegasnya.

Untuk itu ia berharap Gerakan Gemar Makan Ikan di Berau dapat berkembang bukan hanya sebagai kampanye konsumsi, tetapi menjadi budaya produktif berbasis keluarga yang memastikan ketersediaan pangan sehat, terjangkau, dan mudah diakses (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *