Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Jalankan Instruksi Presiden, Bupati Terus Ajak Masyarakat Kompak Atasi Permasalahan Sampah

×

Jalankan Instruksi Presiden, Bupati Terus Ajak Masyarakat Kompak Atasi Permasalahan Sampah

Sebarkan artikel ini

“Ini pesan serius Bapak Prabowo, sampah harus dikelola,” kata Bupati Sri Juniarsih

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Sampah menjadi perbincangan hangat beberapa hari terakhir setelah orang nomor 1 di Indonesia, Presiden Prabowo Subianto berbicara.

Prabowo langsung menegur jajaran anak buahnya, baik di tingkat menteri maupun kepala daerah terkait dengan sampah ini. Hal ini disampaikan Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Prabowo tak hanya bilang hampir semua tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Indonesia akan over kapasitas di 2028, tetapi juga langsung memberikan teguran atas lingkungan yang tak bisa dijaga.

Untuk tingkat gubernur, bupati/wali kota Prabowo meminta secara langsung untuk membenahi pengelolaan sampah.

“Bagaimana bupati, wali kota? Ini untuk rakyat kita. Sampah itu bencana, sampah itu penyakit. Kita akan dukung saudara-saudara,” ucap Prabowo.

Bupati Sri Juiarsih Mas, menanggapi hal tersebut mengatakan pengendalian sampah menjadi perhatian serius pemerintah seiring dengan arah pembangunan daerah yang kini berfokus pada sektor pariwisata.

“Ini pesan serius Bapak Prabowo, sampah harus dikelola,” kata Bupati Sri Juniarsih beberapa waktu lalu.

Menurutnya, kebersihan merupakan faktor penentu dalam menciptakan iklim pariwisata yang sehat.

Poin-poin dalam Sapta Pesona harus menjadi standar ukuran bagi setiap destinasi guna memastikan wisatawan merasa nyaman dan berkeinginan untuk kembali berkunjung ke Berau.

“Ini harus diterapkan di semua kampung,” ucapnya.

Bupati Sri Juniarsih menekankan, kesadaran lingkungan tidak bisa hanya bertumpu pada segelintir individu, namun seluruh lapisan masyarakat kampung beserta perangkat pemerintahannya harus berkolaborasi menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian dari budaya sehari-hari.

“Ini bukan kerja satu orang, tapi kita semua. Kita,” tegas bupati perempuan pertama di Bumi Batiwakkal tersebut.

Sektor pariwisata yang menjadi penopang ekonomi masyarakat sangat bergantung pada jumlah kunjungan, oleh karena itu kesadaran akan kebersihan lingkungan menjadi syarat mutlak.

Sri Juniarsih berharap sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan potensi ekonomi jika dikelola dengan benar melalui proses pemilahan.

“Sampah harus bisa dipilah, lalu bisa dikelola untuk menjadi sumber pendapatan baru,” jelasnya.

Komitmen ini diyakini akan menumbuhkan ekosistem pariwisata yang positif.

Destinasi wisata yang bersih secara otomatis akan mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi kreatif di sekitarnya, sebaliknya, pengabaian terhadap masalah lingkungan hanya akan merugikan daerah di masa depan.

“Kalau tidak dikelola, akan jadi bom waktu untuk kita,” tegasnya.

Saat ini, Kabupaten Berau didukung oleh tiga titik Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah yang aktif, yakni di Tanjung Redeb, Talisayan, dan Tanjung Batu.

Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menyerap dan mengolah sampah dari berbagai destinasi wisata unggulan.

Selain TPA, pemerintah juga terus mengupayakan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduse-Reuse-Recycle (TPS 3R) di setiap kampung sebagai solusi penanganan sampah rumah tangga maupun industri pariwisata.

“Itu harus dikelola dengan sebaik-baiknya,” ucapnya.

Guna memastikan instruksi ini berjalan hingga ke tingkat akar rumput, kehadiran aparat TNI dan Kepolisian di setiap kampung diharapkan menjadi motor penggerak dan pengingat bagi warga.

Sinergi antara camat, kepala kampung, dan seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sesuai dengan arahan pusat.

“Itu telah sesuai dengan instruksi bapak presiden,” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *