“Tidak ada perbedaan jadwal operasional pengambilan sampah selama Ramadhan. Layanan tetap berjalan seperti biasa,” ujar Mustakim
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Berau memastikan jadwal operasional pengangkutan sampah tetap berjalan normal selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Kepastian itu disampaikan di tengah prediksi peningkatan volume sampah, terutama di kawasan pasar dan titik-titik perbelanjaan yang dipadati masyarakat menjelang waktu berbuka puasa.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan, Mustakim Suharjan menegaskan tidak ada perubahan jadwal pelayanan selama Ramadhan.
“Tidak ada perbedaan jadwal operasional pengambilan sampah selama Ramadhan. Layanan tetap berjalan seperti biasa,” ujar Mustakim.
Ia menjelaskan, peningkatan aktivitas masyarakat selama Ramadhan berpotensi menambah timbulan sampah, khususnya pada sore hari saat transaksi pasar ramadhan berlangsung secara intensif.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, DLHK telah menyiapkan langkah penguatan personel dan koordinasi lintas wilayah sejak awal.
Menurut Mustakim, personel tambahan ditempatkan di sejumlah titik rawan penumpukan sampah, dengan fokus utama di kawasan pasar Sanggam Adji Dilayas yang setiap hari dipadati pedagang dan pembeli.
“Kita siaga mengantisipasi adanya peningkatan volume sampah. Personel tambahan ditempatkan di titik-titik pasar dan kawasan rawan. Koordinasi dengan camat, lurah serta kelurahan juga diperkuat,” katanya.
Selain kawasan pasar SAD, DLHK juga memberi perhatian pada masjid dan mushala yang menjadi pusat kegiatan ibadah masyarakat selama Ramadhan.
Kawasan wisata dan jalan protokol tetap masuk dalam prioritas pengawasan agar kebersihan kota tetap terjaga sepanjang bulan suci.
Ia menambahkan, koordinasi lintas wilayah diperkuat untuk memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan terintegrasi dan responsif terhadap lonjakan timbulan harian.
DLHK juga mengingatkan peran pedagang dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar lokasi usaha mereka.
Setiap pedagang diwajibkan menyediakan tempat sampah di lapak masing-masing serta bergabung dengan layanan pengelola setempat agar sampah yang dihasilkan terkoneksi dengan sistem penanganan sampah.
Pedagang juga diminta bertanggung jawab menjaga kebersihan area sekitar, baik selama beroperasi maupun setelah meninggalkan lokasi berjualan (*).
















