Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
PULAU DERAWAN

UPTD Kebersihan Siapkan Penanganan Sampah Kawasan Pantai Derawan Dan Maratua

×

UPTD Kebersihan Siapkan Penanganan Sampah Kawasan Pantai Derawan Dan Maratua

Sebarkan artikel ini

“Bukan sekadar menjaga estetika destinasi wisata unggulan, namun sebuah komitmen untuk menjaga martabat pesisir dari kepungan sampah” ujar Mattingara

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG BATU – UPTD Kebersihan Kepulauan Derawan dan Maratua memprediksi, menjelang dan saat maupun setelah libur lebaran atau Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Kampung Tanjung Batu, Pulau Derawan, dan Pulau Maratua sebagai gerbang utama dan destinasi unggulan, akan terjadi lonjakan volume sampah yang signifikan.

Di Kampung Tanjung Batu, sebagai titik tolak utama wisatawan dengan adanya dermaga penyeberangan, memegang peranan krusial. Fokus utama petugas UPTD Kebersihan adalah melakukan pengosongan bak penampungan (bak sampah) secara berkala sebelum hari H.

Menurut Kepala UPTD Kebersihan Kepulauan Derawan dan Maratua, Mattingara, pihaknya akan melakukan pengerahan petugas kebersihan ekstra di area dermaga dan ruang publik untuk memastikan tidak ada penumpukan sampah.

“Bukan sekadar menjaga estetika destinasi wisata unggulan, namun sebuah komitmen untuk menjaga martabat pesisir dari kepungan sampah” ujar Mattingara.

Ia menambahkan, untuk di Kampung Pulau Derawan, menghadapi lonjakan pengunjung saat libur Lebaran, penekanan dilakukan pada pemilahan sampah dari sumbernya (homestay dan rumah tangga).

Optimalisasi pengangkutan sampah dari pemukiman akan dilakukan secara maksimal agar tidak ada sampah yang meluap ke bak sampah dan terus melakukan pengawasan sigap sebelum dan sesudah Lebaran dan melakukan bersih – bersih kawasan pantai tempat wisatawan berenang khususnya di area PT. BMI dan PT. Kiani.

“Sebenarnya kita masih perlu alat bantu yang cukup signifikan, kita kekurangan personil” tambahnya.

Meski demikian, kata dia, pihaknya tetap akan memaksimalkan personel dan peralatan yang ada dalam menangani masalah sampah di objek wisata. Pihaknya mengaku untuk sampah ranting pohon atau kayu yang terbawa arus ke pantai tidak mudah diangkut.

Sedangkan di Pulau Maratua, sebagai destinasi mancanegara dan domestik, Pulau Maratua menghadapi tantangan sampah kiriman maupun domestik.

UPTD Kebersihan Kepulauan Derawan dan Maratua tentunya akan melakukan pangawasan ke tong sampah dan di titik-titik kumpul wisatawan dan pengawasan ketat di area pantai publik agar sisa-sisa kemasan makanan tidak mencemari ekosistem laut.

“Kalau pas musim banjir sampah, sampah kayu itu berat, kita kesulitan mengangkut kayu dari pantai ke kapal pengangkut sampah di pinggir pantai, seharusnya menggunakan alat berat, namun sementara ini kita masih menggunakan tenaga manual,” pungkas Mattingara (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *