Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
SAMBALIUNG

Festival Budaya Lesung Osap, Warisan Budaya Dayak yang Terus Dijaga

×

Festival Budaya Lesung Osap, Warisan Budaya Dayak yang Terus Dijaga

Sebarkan artikel ini

“Budaya seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain menjadi identitas masyarakat, kegiatan ini juga memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah,” ujar Hendratno

Example 300x600

SAMBALIUNG – Kampung Bena Baru, Kecamatan Sambaliung, kembali menggelar Festival Budaya Lesung Osap 2026. Secara resmi kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Setda Berau, Hendratno, Kamis (21/5/2026).

Festival budaya yang menjadi agenda tahunan masyarakat tersebut digelar selama tiga hari, mulai 21 hingga 23 Mei 2026. Pada hari pertama kegiatan diisi dengan pembukaan festival, olahraga tradisional, dan pertunjukan seni budaya.

Hari kedua dilanjutkan dengan berbagai perlombaan olahraga tradisional dan pentas seni, sementara hari terakhir difokuskan pada syukuran pasca panen dan penutupan Festival Lesung Osap.

Salah satu penampilan utama pada pembukaan festival ialah tarian kolosal yang menggambarkan perjalanan kehidupan masyarakat Dayak Kenyah dalam bercocok tanam padi, mulai dari membuka lahan, menanam, merawat hingga masa panen dan ungkapan rasa syukur.

Rangkaian tarian tersebut terdiri dari Kancet Ajai yang menggambarkan semangat membuka lahan dan bekerja keras, Ledek tentang membersihkan lahan, serta Nogan yang menceritakan proses menugal atau menanam padi secara gotong royong.

Selanjutnya, tarian Majau menggambarkan suasana panen yang penuh kebersamaan. Tarian Datun menjadi simbol rasa syukur atas hasil panen, dilanjutkan Mejung Lesung yang memperlihatkan aktivitas mengangkat lesung sebagai alat tradisional pengolahan padi, hingga ditutup dengan Mecaq Ontad yang menggambarkan tradisi menumbuk padi di lesung.

Festival Lesung Osap sendiri merupakan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kampung Bena Baru sebagai bentuk ucapan syukur atas hasil pertanian yang diperoleh setiap tahun.

Dalam sambutannya, Hendratno memberikan apresiasi kepada masyarakat dan para tokoh adat yang terus menjaga budaya tersebut agar tetap lestari hingga saat ini.

Menurutnya, kegiatan budaya seperti Lesung Osap tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Berau.

“Budaya seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain menjadi identitas masyarakat, kegiatan ini juga memiliki potensi besar untuk mendukung sektor pariwisata daerah,” ujar Hendratno. 

Ia juga menyebut Kampung Bena Baru merupakan salah satu pusat komunitas Dayak terbesar di Berau yang masih kuat mempertahankan adat dan budaya hingga sekarang (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *