“Tinggal dari SDM-nya lagi. Artinya kan mau kita sama ratakan ini seperti di Pulau Jawa saya juga kan bagian dari legaslatif akan melakukan pengawasan dalam hal beasiswa,” tutur Gideon Andris.
Redaktur : Tari Suyitno | Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB (Berau) – Anggota Komisi II DPRD Berau Gideon Andris menambahkan, program beasiswa gratis yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur masuk perguruan tinggi mulai S-1 sampai S-3 punya peluang mulus terealisasi di Kabupaten Kota se Kaltim.
“Tinggal dari SDM-nya lagi. Artinya kan mau kita sama ratakan ini seperti di Pulau Jawa saya juga kan bagian dari legaslatif akan melakukan pengawasan dalam hal beasiswa,” tutur Gideon Andris.
Sehingga besar harapannya program beasiswa gratis S-1 sampai S-3 bisa setara didapati para hak anak muda baik dari kota dan kabupaten di Kaltim.
“Tidak ada yang perlu dispesialkan baik di kota dan kabupaten. Semua memiliki hak yang sama. Meski belum berjalan dan misalnya ada indikasi perbedaan hak pendidikan di Kabupaten Kota maka ini menjadi pengawasan lebih intens dari legislatif,” pungkasnya.
Mengutip pernyataan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji saat beberapa waktu lalu mengatakan, bakal menggandeng perusahaan dan membentuk badan pengelola pendidikan gratis untuk memfasilitasi para calon mahasiswa di Bumi Etam dapat beasiswa.
Alasan utama Wakil Gubernur Kaltim itu membentuk badan pengelola pendidikan gratis adalah untuk mengurangi potensi kesulitan para calon mahasiswa mencari beasiswa universitas di luar kabupaten/kota, selain ke Pulau Jawa.
Agar mulus program kerja pendidikan gratis selama lima tahun, Seno Aji ingin Badan Pengelola serta perusahaan swasta sinergi pendataan pelajar lulusan SMK/SMA di Kabupaten Kota dengan melibatkan Dinas Pendidikan.
“Nanti kita akan lihat nanti dari kuota pelajar setiap kabupaten kota terdata ada berapa calon mahasiswa bisa menimba ilmu contoh di Universitas Mulawarman,” ucap Seno Aji.
Ia menilai efek jika beasiswa terealisasi tepat sasaran maka, calon mahasiswa bisa mendapat hak yang sama belajar seperti tingkat pendidikan di Pulau Jawa (*).
Tim Redaksi 2025
















