Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
SAMBALIUNG

Tumbit Dayak Sambut Upacara Bakudung Batiung Dan Hari Jadi Kampung Ke-262

×

Tumbit Dayak Sambut Upacara Bakudung Batiung Dan Hari Jadi Kampung Ke-262

Sebarkan artikel ini

“Upacara adat Bakudung Baitung ini merupakan bagian dari tradisi Suku Dayak Gaai yang sudah dilakukan secara turun temurun dan terus berlanjut hingga sekarang oleh masyakarat Kampung Tumbit Dayak” terang Ahmad Jamlan, Kakam Tumbit Dayak

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

SAMBALIUNG – Menyambut Festival Bakudung Batiung dan Hari Jadi ke-262 Kampung Tumbit Dayak Tahun 2025 yang digelar pada 20 Juni – 26 Juni 2025, hingga hari ini panitia acara kegiatan terus mengebut penyelesaian lokasi yang akan digunakan pada acara nanti, menurut Kepala Kampung Tumbit Dayak progres hingga hari ini Senin (16/6/2025) sudah mencapai 60%.

Saat ditemui di Kantornya, Kepala Kampung Tumbit Dayak, Ahmad Jamlan, pun menjelaskan sedikit sejarah hingga terselenggaranya acara upacara adat Bakudung Batiung, menurutnya Bakudung Batiung adalah upacara adat Suku Dayak Gaai yang berada di Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung.

“Upacara adat Bakudung Baitung ini merupakan bagian dari tradisi Suku Dayak Gaai yang sudah dilakukan secara turun temurun dan terus berlanjut hingga sekarang oleh masyakarat Kampung Tumbit Dayak” terang Ahmad Jamlan, Kakam Tumbit Dayak.

Bakudung Batiung, memuat cukup banyak rangkaian adat, mulai dari proses Jak Gai, lalu memasuki proses Batiung, Bejiak, hingga mengunjungi Rumah Kepala Tua sebagai salah satu sosok penting bagi masyarakat kampung Tumbit Dayak.

“Ada pula tradisi Panjat Piruai, yaitu proses pengambilan madu di pohon tinggi dengan berjalan di seutas rotan dari satu pohon ke pohon lainnya. Tradisi ini menggambarkan salah satu mata pencaharian utama masyarakat kampung yang sangat mengandalkan alam dalam kehidupan,” jelasnya.

Ia menambahkan, Festival Bakudung Batiung ini tentunya juga akan semakin mengenalkan terhadap situs-situs sejarah yang ada di Kampung Tumbit Dayak, salah satunya Tiang Sejarah.

Lokasi Kegiatan Bakudung Batiung

Tiang Sejarah adalah tiang pertama sekaligus tiang tertua yang ada di kampung Tumbit Dayak, yang semakin menambah daya Tarik luar biasa bagi mereka yang ingin menyaksikan langsung seluruh prosesi Bakudung Batiung.

“Kami terus berusaha bersinergi dengan semua pihak dan semakin memaksimalkan potensi kampung ini, terutama dari aspek pariwisata dan sumber daya alam dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia demi kesejahteraan masyarakat, sehingga Kampung Tumbit Dayak akan terus bergerak maju” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *