“Alhamdulillah, anggarannya sudah dilelang. Itu berarti sebentar lagi masuk tahap kontrak dan segera dikerjakan,”ucapnya
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Kerusakan parah pada ruas jalan poros Kelay–Labanan di Kabupaten Berau menjadi sorotan publik, menurut Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifatul Sya’diah, kondisi jalan kalau malam, risikonya lebih besar, banyak kendaraan tergelincir karena tanjakan, turunan, dan lubang-lubang yang tidak terlihat jelas.
“Keadaannya memang parah. Tidak bisa lagi ditunda perbaikannya,” tutur Syarifatul.
Walaupun jalan tersebut berada di bawah otoritas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Syarifatul mengatakan, Komisi III DPRD Kaltim tidak tinggal diam.
Ia bersama timnya melakukan pengecekan langsung ke lapangan, mendokumentasikan kerusakan, hingga menyampaikan laporan visual kepada gubernur dan BPJN.
“Kami sudah turun, ambil video, kirim ke Pak Gubernur dan ke Balai Jalan. Komisi III juga sudah mendatangi BPJN untuk memperjuangkan anggaran penanganan lebih besar,” katanya.
Menurut Syarifatul, persoalan ini bukan hanya urusan warga Kelay atau Berau semata, melainkan persoalan strategis yang berdampak pada dua kabupaten sekaligus.
Perjuangan DPRD, Pemprov, serta desakan masyarakat akhirnya berbuah hasil.
Syarifatul memastikan pemerintah pusat telah melelang proyek penanganan jalan tersebut dengan nilai sekitar Rp 220 miliar.
“Alhamdulillah, anggarannya sudah dilelang. Itu berarti sebentar lagi masuk tahap kontrak dan segera dikerjakan,”ucapnya.
Anggaran tersebut diperuntukkan bagi beberapa titik kerusakan di Kutai Timur dan untuk penanganan prioritas pada ruas poros Kelay-Labanan.
Syarifatul menekankan bahwa perbaikan jalan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi penyelamatan jalur yang selama ini menjadi urat nadi masyarakat Berau.
“Itu jalur utama perdagangan dan transportasi dari Berau ke Samarinda. Banyak sektor ekonomi bergantung pada jalan ini. Jadi revitalisasi adalah kebutuhan mendesak,” ujarnya (*).
















