Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Atasi Kelangkaan SDM, Sumadi Dorong Pemkab Sekolahkan Putra-Putri Daerah Berau

×

Atasi Kelangkaan SDM, Sumadi Dorong Pemkab Sekolahkan Putra-Putri Daerah Berau

Sebarkan artikel ini

“Kalau mendatangkan dari luar, bisa saja mereka hanya sementara lalu pindah lagi. Tapi kalau kita sekolahkan anak-anak Berau sendiri, mereka akan kembali. Tinggal dibuat perjanjian yang jelas sejak awal,” tegasnya

| EDITOR : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, menilai pemerintah daerah memiliki peluang besar untuk mengatasi kelangkaan SDM seperti dokter spesialis, psikolog, psikiater hingga tenaga pendidikan di Kabupaten Berau melalui program pendidikan gratis yang sudah berjalan, mulai dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.

Sumadi mendorong Pemkab Berau agar scepatnya mengambil langkah lebih progresif mendidik langsung putra-putri daerah agar menjadi tenaga spesialis yang dibutuhkan Berau.

“Sekarang pendidikan sudah gratis. Jadi setiap kampung atau kelurahan sebenarnya bisa didorong untuk mengirim anak-anak yang berpotensi. Pemda bisa menginisiasi beasiswa khusus untuk tenaga langka seperti dokter spesialis, psikiater, atau psikolog,” ujar Sumadi. 

Menurut Sumadi, menyekolahkan putra daerah jauh lebih efektif dibanding terus-menerus mendatangkan tenaga dari luar.

Selain proses pendidikan yang tidak terlalu lama sekitar tiga hingga empat tahun untuk beberapa bidang, keberlanjutannya juga lebih terjamin.

“Kalau mendatangkan dari luar, bisa saja mereka hanya sementara lalu pindah lagi. Tapi kalau kita sekolahkan anak-anak Berau sendiri, mereka akan kembali. Tinggal dibuat perjanjian yang jelas sejak awal,” tegasnya.

Poilitisi PKS ini mengusulkan agar Pemkab membuat agreement khusus, bahwa penerima beasiswa wajib kembali mengabdi di Berau setelah selesai pendidikan. Jika tidak, maka penerima harus mengganti biaya atau digantikan oleh peserta lain.

Dengan sistem itu, ia optimistis kebutuhan tenaga kesehatan di RSUD dr. Abdul Rivai maupun RS lain bisa terpenuhi lebih cepat.

“Kebutuhan dokter di rumah sakit kita itu banyak. Kalau putra daerah yang kita sekolahkan, mereka kembali bekerja di sini, dan langsung bisa dimanfaatkan untuk memperkuat layanan kesehatan,” tambahnya.

Meski demikian, Sumadi menyarankan agar dalam jangka pendek Pemkab tetap mendatangkan tenaga profesional dari luar untuk mengisi kekosongan yang mendesak, sedang untuk jangka menengah, program beasiswa tenaga khusus harus mulai berjalan paling lambat 2026–2027.

Sumadi yakin Berau mampu memperkuat kualitas layanan kesehatan dan psikologi sekaligus membuka kesempatan besar bagi generasi muda daerah untuk mengembangkan karier profesionalnya.

“Kalau ini dimulai sekarang, dua tiga tahun ke depan kita sudah punya tenaga sendiri. Jangan tunggu sampai makin darurat,” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *