Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

CATATAN RINGAN : TELAAH RPJMD KABUPATEN BERAU

×

CATATAN RINGAN : TELAAH RPJMD KABUPATEN BERAU

Sebarkan artikel ini

Catatan Ringan : TELAAH RPJMD KABUPATEN BERAU

Oleh : Yudah Budisantosa

Example 300x600

| Editor : Anang Ma

TANJUNG REDEB – Pembaca yang saya hormati. Catatan ini berupa telaah kritis. Dibuat sebagai perhatian dan partisipasi publik atas Rancangan Awal RPJMD Kabupaten Berau.

Saat ini Pemerintah Kabupaten Berau sedang menyusun dokumen perencanaan yang disebut dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD. Dokumen yang disusun sesaat paska dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Berau (terpilih) beberapa waktu yang lalu. Tepatnya pada 17 April 2025 di Samarinda oleh Gubernur Kalimantan Timur untuk masa bhakti 2025-2030.

Dokumen RPJMD sebagai perencanaan pembangunan yang berdurasi lima tahunan ini : 2025-2029 merupakan perwujudan dari Visi – Misi Bupati dan Wakil Bupati beserta Program Prioritas Unggulan sebagai “janji politik” saat pencalonan dan kampanyenya. Sedangkan penetapan RPJMD itu sendiri paling lambat enam bulan sejak tanggal pelantikan. Itu artinya bulan Oktober 2025 kedepan sudah harus dituntaskan.

“Bagi jajaran Pemerintah Kabupaten maka RPJMD berfungsi sebagai panduan utama bagi setiap Perangkat Daerah (PD) dalam Menyusun Rencana Strategis (Renstra). Hal ini dimaksudkan agar tujuan, sasaran, trategi, dan arah kebijakan dalam RPJMD menjadi pijakan bagi PD dalam menyusun program, kegiatan, dan target yang ingin dicapai”. Begitu urai Bu Ren, sapaan akrab Kepala Bapelitbang saat sosialisasi Ranwal RPJMD Kabupaten Berau beberapa waktu lalu.

Begitu pentingnya proses penyusunan RPJMD ini sehingga wajib mendapat perhatian oleh semua pihak. Bukan hanya jajaran Pemerintah Kabupaten dan DPRD, tetapi juga bagi seluruh Pemangku Kepentingan seperti : Perguruan Tinggi, Organisasi Sosial-Kemasyarakatan, Organisasi Profesi dan praktisi, Organisasi Keagamaan, Dunia Usaha (perusahaan), Tokoh Masyarakat dan pihak-pihak lainnya yang tidak bisa saya sebut satu-persatu.

Peran semua pihak tersebut berupa masukan, seperti : saran, koreksi, pertanyaan, pertimbangan, maupun sikap kritis. Kemudian dengan mendasarkan pada capaian-capaian RPJMD periode sebelumnya berupa “angka-angka” yang terangkum dalam data-data, serta “penyelaraskan” dengan Visi Propinsi Kalimantan Timur : “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas” dengan enam misinya dan program “Gratispol” dan “Jospol”-nya serta Visi Indonesia : “Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045” dengan Asta Cita-nya.

Semua itu akan diramu secara “teknokratis” oleh sang “koki, juru masak” alias Bapelitbang plus konsultan (jika ada) dengan keterlibatan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Berau. Belum cukup sampai di sini, “bahan-bahan” yang siap untuk “dimasak” ini masih harus didiskusikan lagi dengan wakil rakyat, legislator, DPRD sebelum di-Paripurnakan untuk penetapannya.

Cukup sampai di sini ? Ternyata belum, “perjalanan” RPJMD masih harus melalui tahap evaluasi dan persetujuan Gubernur selaku wakil Pemerintah Pusat di Daerah. Jalan Panjang memang, karena ini menentukan “arah” pemerintahan dan pembangunan selama lima tahun yang akan datang yang semuanya bermuara untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Nah, sekarang saya ingin mengajak Anda untuk kembali pada angka-angka sebagai hasil capaian periode RPJMD sebelumnya. Angka-angka yang selama ini kita anggap sebagai indikator atau tolok ukur keberhasilan suatu pembangunan. Sebuah tolok ukur yang berasal dari Lembaga Internasional.

Saya menyebutnya angka-angka “Sakti” dan seolah “dikeramatkan” oleh mereka (Lembaga Internasioanal) yang akhirnya kita pun “mengkeramatkannya”. Angka-angka ini seolah menjadi “actor utama”, Semua kemajuan dan keberhasilan diukur dari dan dengan capaian angka ini.

Kenyataan ini mengantarkan saya kepada pernyataan : “Apapun Visi-Misi suatu daerah semua diukur dari capaian angka-angka tadi. Dan jika meminjam jargon suatu iklan minuman popular di Indonesia, “apapun makannya, minumnya teh botol Sosro.” Apakah Anda setuju dengan pernyataan itu ?

Lalu, apa saja angka-angka tersebut ? Mari kita bahas pada Catatan Ringan selanjutnya (bersambung) (*)/YBs-Yogya, Senin (02/06/25)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *