“Kesehatan dan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama kami. Dengan adanya fogging ini, diharapkan lingkungan bandara tetap higienis dan bebas dari potensi penyebaran penyakit, sehingga para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang dan nyaman” jelas Ferdinan Nurdin Kepala Badan Layanan Umum kantor UPBU Kelas I Kalimarau
TANJUNG REDEB (pb.com) – Menjelang puncak arus mudik Idul fitri tahun 2025, Badan Layanan Umum kantor UPBU Kelas I Kalimarau bekerja sama dengan Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tarakan melakukan kegiatan fogging atau pengasapan di area bandara.
Langkah ini bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan serta mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh nyamuk, demi memastikan kenyamanan para penumpang yang akan berangkat maupun tiba di Bandara Kalimarau.
“Kesehatan dan keselamatan penumpang menjadi prioritas utama kami. Dengan adanya fogging ini, diharapkan lingkungan bandara tetap higienis dan bebas dari potensi penyebaran penyakit, sehingga para pemudik dapat menikmati perjalanan dengan lebih tenang dan nyaman” jelas Ferdinan Nurdin Kepala Badan Layanan Umum kantor UPBU Kelas I Kalimarau.
Sebagai pengelola, Badan Layanan Umum kantor UPBU Kelas I Kalimarau terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dalam aspek keselamatan penerbangan tetapi juga dalam menciptakan lingkungan yang sehat bagi seluruh pengguna jasa Bandara Kalimarau.
“Semoga dengan adanya upaya ini, perjalanan arus mudik idul fitri tahun 2025 semakin lancar, aman, dan selamat” pungkasnya.
Sementara itu, Ahmad Abdul Hanifah koordinator wilayah kerja Berau Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Tarakan menjelaskan lebih spesifik maksud dan tujuan kegiatan fogging atau pengasapan ini yaitu untuk mengendalikan populasi vektor yang menyebabkan penyakit seperti demam berdarah atau cikungunya yang kerapkali akan meningkat pada setiap momen arus mudik seperti ini.
“Semoga dalam arus mudik tahun ini diberi kelancaran serta kesehatan serta tidak ada penyakit yang akan menimbulkan potensi wabah di Berau yang kita cintai” harapnya (*).
Editor : Anang Ma
















