Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Dapat Hibah Sepeda Motor Roda Tiga, DLHK Maksimalkan Pengangkutan Sampah

×

Dapat Hibah Sepeda Motor Roda Tiga, DLHK Maksimalkan Pengangkutan Sampah

Sebarkan artikel ini

“Mustakim pun menambahkan, pembagian motor roda tiga dapat menjadi solusi mengurangi sampah yang menumpuk di trotoar dan bahu jalan”

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Belanja hibah Sepeda motor pengangkut sampah roda tiga untuk 8 (delapan) RT di Kelurahan Karang Ambun dan 1 (satu) unit untuk Kampung Tembudan segera dibagikan, sebanyak 9 unit Sepeda Motor pengangkut sampah roda tiga tersebut telah datang hari ini Senin (07/07/2025) di Kantor UPTD Kebersihan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim Suharjana mengatakan, masing-masing RT di Kelurahan Karang Ambun yaitu RT 03, RT 04, RT 05, RT 08, RT 10, RT 11, RT 12 dan RT 13 mendapat 1 unit Sepeda motor pengangkut sampah roda tiga dan 1 unit untuk Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih.

“Jumlah motornya 9 unit untuk dibagikan ke 8 RT kelurahan Karang Ambun dan 1 unit ke Kampung Tembudan Kecamatan Batu Putih,” katanya.

Sementara untuk wilayah lainnya pihak DLHK akan mengupayakan usulan anggaran pengadaan Sepeda motor pengangkut sampah roda tiga untuk periode anggaran mendatang. berdasarkan cakupan wilayah kelurahan.

“Kalau operasionalnya berada di RT, tapi tetap melalui kelurahan atau kampung. Karena pembinaan kan juga dilakukan oleh pihak kelurahan atau kampung,” jelas dia.

Ia menuturkan, adanya Sepeda motor pengangkut sampah roda tiga tersebut diharapkan dapat memaksimalkan pengangkutan sampah.

“Baik yang di pinggir jalan dan di tengah kawasan permukiman,” tuturnya.

Mustakim pun menambahkan, pembagian Sepeda motor pengangkut sampah roda tiga dapat menjadi solusi mengurangi sampah yang menumpuk di trotoar dan bahu jalan.

“Sejalan dengan edukasi kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di pinggir jalan,” jelas dia.

Apalagi, lanjutnya, Berau telah memproklamirkan diri menjadi kota penyangga pariwisata IKN. Di mana hal itu berhubungan dengan kebersihan lingkungan.

“Setiap pengunjung yang dilihat pasti adalah lingkungannya. Ini (pengelolaan sampah) yang masih terus dibenahi,” tandasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *