Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Dinas PUPR, DLHK Dan BPBD Kolaborasi Sedot Lumpur Di Gunung Panjang

×

Dinas PUPR, DLHK Dan BPBD Kolaborasi Sedot Lumpur Di Gunung Panjang

Sebarkan artikel ini

Selasa (12/8/2025) pagi, Kepala Dinas PUPR, Fendra Firnawan, Kepala DLHK, Mustakim Suharjana dan Kepala BPBD, Masyhadi Muhdi meninjau langsung kondisi drainase Jalan Gunung Panjang tepatnya di depan kantor Lurah Gunung Panjang

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Salah satu titik lokasi saluran drainase yang kerap menyumbat aliran air, terutama saat hujan deras turun menyebabkan luapan di sepanjang Jalan Gunung Panjang, Kelurahan Gunung Panjang.

Untuk mengatasi masalah ini Dinas PUPR, DLHK dan BPBD kolaborasi menurunkan mobil penyedot lumpur, sejumlah truk pengangkut sampah, mobil pemadam, alat berat dan beberapa petugas kebersihan.

Selasa (12/8/2025) pagi, Kepala Dinas PUPR, Fendra Firnawan, Kepala DLHK, Mustakim Suharjana dan Kepala BPBD, Masyhadi Muhdi meninjau langsung kondisi drainase Jalan Gunung Panjang tepatnya di depan kantor Lurah Gunung Panjang.

Sekdis DLHK Masrani, Kepala DPUPR Fendra Firnawan dan Kepala DLHK Mustakim Suharjana

Mereka memantau langsung proses penyedotan lumpur di dalam drainase yang ada persis di depan Kantor Lurah Gunung Panjang.

”Hari ini (Selasa) kami action sekaligus mencoba mobil penyedot lumpur sedimen yang sudah menghambat, membuat buntu saluran air yang ada di sekitaran Jalan Gunung Panjang,” ujar Kepala DPUPR, Fendra Firnawan.

Fendra menjelaskan, persoalan meluapnya air yang kerap terjadi di depan Kantor Lurah Gunung Panjang karena saluran drainase yang ada di kedua jalan tersumbat.

”Ini yang akan menyedot lumpur di dalam saluran drainase yang tidak bisa petugas atau orang bersihkan,” sambungnya.

Sedangkan Kepala DLHK, Mustakim Suharjana, menambahkan penyedotan lumpur pada saluran drainase tertutup seperti yang dilakukan hari ini, akan terus dilakukan bersama pihak terkait demi menjaga terjadnya luapan atau banjir terutama saat hujan deras.

“Kondisi tanah sedimentasi yang keras menyebabkan .orang tidak bisa masuk ke gorong-gorong. Untuk perbaikan perlu dipasang penutup manhole (besi) model komunal agar orang dapat dengan mudah masuk ke lobang untuk membersihkan drainase” ungkap Mustakim.

Selanjutnya, pertugas kebersihan juga akan mengangkut sampah-sampah yang turut menyumbat di dalam saluran drainase untuk dibuang ke TPA Bujangga (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *