“Untuk di Pulau Derawan sendiri sudah ada fasilitas TPS3r, meskipun kami juga mengupayakan agar kapal pengangkut sampah yang beroperasi untuk mengangkut sampah dari Pulau Derawan dapat berjalan dengan maksimal” ujar Helmi
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Menanggapi Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman yang meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau untuk tidak hanya fokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga memperkuat edukasi kepada masyarakat dan pengunjung wisata agar memiliki kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.
Plt Kabid Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK, Irwadi A Siregar mengaku sudah mempersiapkan antisipasi meningkatnya lonjakan sampah menjelang dan selama libur lebaran 1447 H di tempat – tempat wisata seperti di Pulau Derawan, Pulau Maratua, Pantai Biduk – Biduk dan lainnya.
Pihaknya sudah berkoordinasi dengan UPTD masing – masing wilayah yang ada disekitar lokasi wisata, seperti UPT Kebersihan Tanjung Batu dan UPT Kebersihan Talisayan, agar memaksimalkan personil yang ada serta fasilitasnya.
“Untuk di Pulau Derawan sendiri sudah ada fasilitas TPS3r, meskipun kami juga mengupayakan agar kapal pengangkut sampah yang beroperasi untuk mengangkut sampah dari Pulau Derawan dapat berjalan dengan maksimal” ujar Irwadi.
Sebelumnya, Sakirman menilai langkah antisipasi pemerintah daerah harus dilakukan secara terencana agar persoalan sampah tidak menjadi masalah berulang di kawasan wisata.
Lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Idulfitri di Kabupaten Berau diprediksi berdampak pada peningkatan volume sampah. Meningkatnya aktivitas masyarakat di objek wisata maupun tempat hiburan saat musim liburan memang tidak dapat dihindari.
Namun, kondisi tersebut seharusnya sudah menjadi agenda rutin yang diantisipasi setiap tahun oleh pemerintah daerah melalui pengelolaan kebersihan yang lebih optimal.
Untuk itu, diperlukan kesiapan armada pengangkut sampah serta petugas kebersihan harus benar-benar diperhatikan, terutama di destinasi wisata yang menjadi pusat keramaian masyarakat.
“Setiap libur panjang pasti terjadi peningkatan sampah. Jadi penanganannya juga harus lebih maksimal dari hari biasa,” ujarnya.
Menurutnya, kebersihan kawasan wisata berpengaruh langsung terhadap citra daerah sebagai tujuan wisata unggulan.
Jika sampah menumpuk, hal tersebut dapat mengurangi kenyamanan wisatawan sekaligus berdampak pada sektor ekonomi masyarakat sekitar.
Selain itu, ia mendukung adanya kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan dalam membantu penanganan sampah, termasuk dukungan fasilitas maupun alat berat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Perlu ada kerja sama semua pihak, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, supaya persoalan sampah saat libur Lebaran bisa dikendalikan,” pungkasnya (*).
















