Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

DPPKBP3A Matangkan Peran Relawan SAPA, Wujudkan Kampung Ramah Perempuan Dan Peduli Anak

×

DPPKBP3A Matangkan Peran Relawan SAPA, Wujudkan Kampung Ramah Perempuan Dan Peduli Anak

Sebarkan artikel ini

“Pada saat launching lalu, tidak semua kampung dapat mengikuti Bimtek jadi kami melanjutkan pembinaan ini, baik dengan turun langsung ke kampung maupun mengundang perwakilan kampung ke kabupaten,” ujar Mardiah

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak (DPPKBP3A) Berau menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Relawan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak di kantor mereka Sabtu (20/12/2025) hari ini, mengusung tema “Mewujudkan Lingkungan Kampung yang Baik dan Sejahtera bagi Perempuan dan Anak”, dan mengundang perwakilan dari tiga kecamatan wilayah pesisir yakni Kecamatan Biatan, Batu Putih, serta satu kelurahan dengan jumlah peserta 38 orang.

Kepala Bidang Kualitas Hidup Perempuan DPPKBP3A Berau Mardiah  menjelaskan, bimtek ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran 25 kampung dan satu kelurahan yang sebelumnya telah dideklarasikan sebagai Kampung Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA/KRPPA).

“Pada saat launching lalu, tidak semua kampung dapat mengikuti Bimtek jadi kami melanjutkan pembinaan ini, baik dengan turun langsung ke kampung maupun mengundang perwakilan kampung ke kabupaten,” ujar Mardiah.

Keberadaan relawan SAPA merupakan syarat utama bagi kampung yang menyandang predikat ramah perempuan dan peduli anak. Relawan inilah yang nantinya menjadi tulang punggung pergerakan di kampung, khususnya dalam membantu penanganan persoalan dan kasus yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Mereka diharapkan mampu berkontribusi penuh, mulai dari pencegahan hingga pendampingan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Termasuk kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan pada anak, hingga perkawinan anak,” ucapnya.

Bimtek ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk mendukung pencapaian Kabupaten Layak Anak (KLA) serta memperluas implementasi kampung ramah perempuan dan peduli anak di Kabupaten Berau.

Dukungan pemerintah daerah melalui DPPKBP3A harus diimbangi dengan kolaborasi lintas elemen di tingkat kampung.

“Kami sangat mengharapkan dukungan kepala kampung, kecamatan, tokoh masyarakat, hingga lembaga kampung untuk bersama-sama mewujudkan 10 indikator utama Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA),” ucapnya.

Ke-10 indikator tersebut meliputi keberadaan organisasi perempuan dan anak, ketersediaan data pilah perempuan dan anak, dukungan kebijakan dan anggaran responsif gender, penurunan angka kekerasan dan perkawinan anak, keterlibatan perempuan dalam struktur pemerintahan kampung, hingga partisipasi perempuan dalam penguatan ekonomi keluarga.

Dari total sekitar 100 kampung dan 10 kelurahan di Berau, baru 25 kampung yang dinilai memenuhi indikator dan diluncurkan sebagai DRPPA, sisanya masih dalam tahap pembinaan, bahkan ada kampung yang menyatakan belum siap karena menganggap pencapaian 10 indikator tersebut masih cukup berat.

“Kami tidak memaksakan. Kampung yang belum siap akan kami dampingi terlebih dahulu. Setelah indikatornya terpenuhi, baru kami dorong untuk dilaunching,” tegasnya.

Melalui bimtek ini, DPPKBP3A Berau berharap peran relawan SAPA semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan kampung yang aman, inklusif, dan sejahtera bagi perempuan dan anak.

“Sekaligus menekan potensi terjadinya berbagai bentuk kekerasan di tingkat akar rumput,” jelas Mardiah (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *