“Sebenarnya dalam Alokasi Dana Kampung (ADK) itu sudah diatur peruntukannya, maksimal Rp100 juta untuk berbagai kegiatan di kampung, seperti hari ulang tahun kampung, kegiatan keagamaan, hingga olahraga. Jadi bukan ditiadakan, hanya diatur agar lebih efisien,” jelas Tenteram
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Berau, Tenteram Rahayu, menegaskan bahwa dana kegiatan kampung tetap tersedia meski Pemkab menerapkan kebijakan efisiensi anggaran hingga tingkat kampung, namun penggunaannya diharapkan lebih tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Sebenarnya dalam Alokasi Dana Kampung (ADK) itu sudah diatur peruntukannya, maksimal Rp100 juta untuk berbagai kegiatan di kampung, seperti hari ulang tahun kampung, kegiatan keagamaan, hingga olahraga. Jadi bukan ditiadakan, hanya diatur agar lebih efisien,” jelas Tenteram dikutip Senin (15/10/2025).
Tenteram menambahkan, selama ini kegiatan yang bersifat seremonial kerap menelan anggaran cukup besar, padahal manfaatnya tidak terlalu panjang.
“Perayaan biasanya hanya sehari dua hari saja. Daripada habis untuk itu, lebih baik digunakan untuk kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti pemberdayaan ekonomi, pertanian, atau pariwisata,” ujarnya.
Ia menyebut kebijakan efisiensi yang diterapkan Bupati Berau sangat beralasan, mengingat pemerintah daerah juga tengah menekan kegiatan seremonial yang tidak terlalu penting. Ia menilai langkah ini bisa menjadi momentum bagi kampung untuk lebih mandiri dan inovatif.
“Tidak selamanya pemerintah bisa terus-menerus memberi dana besar. Kalau kampung punya pendapatan asli yang lumayan, mereka bisa menyokong sendiri kegiatan di wilayahnya. Dengan begitu, pemerintah kampung dituntut untuk kreatif. Kadang orang kepepet justru jadi kreatif,” katanya sambil tersenyum.
Lebih lanjut, Tenteram menekankan pentingnya menggali potensi lokal sebagai sumber ekonomi baru. Menurutnya, pariwisata tidak selalu harus mengandalkan laut, hutan, atau padang rumput.
“Potensi wisata bisa dari ekonomi kreatif, kuliner, UMKM, bahkan transportasi lokal. Semua itu bisa mendukung pembangunan kampung,” tuturnya.
Dengan pendekatan efisiensi dan kemandirian, DPMK Berau berharap setiap kampung dapat beradaptasi, berinovasi, dan menemukan cara baru untuk berkembang tanpa terlalu bergantung pada bantuan dana besar dari Pemkab Berau (*).
















