Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Gideon Dorong Kampung Di Berau Lebih Kreatif Kelola Potensi Lokal Kampung

×

Gideon Dorong Kampung Di Berau Lebih Kreatif Kelola Potensi Lokal Kampung

Sebarkan artikel ini

“Kalau kampung sudah punya konsep yang matang, itu bisa diajukan ke pemerintah melalui dinas terkait. Dari situ, potensi yang ada bisa dinilai dan didukung untuk dikembangkan,” ujarnya

| Editor : Tim PB

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Di tengah keterbatasan anggaran daerah, peluang pengembangan pariwisata di Kabupaten Berau justru dinilai tetap terbuka lebar. Kuncinya bukan semata pada pemerintah, melainkan pada inisiatif kampung dalam mengelola dan mempromosikan potensi yang dimiliki.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, menegaskan bahwa banyak kampung terutama di wilayah pedalaman menyimpan kekayaan alam dan budaya yang belum tergarap maksimal. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang tanpa langkah konkret dari masyarakat kampung itu sendiri.

Ia menilai, peran kepala kampung bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi kunci dalam menggerakkan sektor ini. Keduanya diharapkan tidak hanya pasif menunggu program, tetapi aktif menyusun konsep pengembangan wisata yang jelas dan terarah.

“Kalau kampung sudah punya konsep yang matang, itu bisa diajukan ke pemerintah melalui dinas terkait. Dari situ, potensi yang ada bisa dinilai dan didukung untuk dikembangkan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya Pokdarwis sebagai jembatan komunikasi antara kampung dan pemerintah daerah. Melalui kelompok ini, berbagai potensi lokal bisa dipromosikan sekaligus diperjuangkan agar mendapat perhatian dan dukungan.

Salah satu contoh yang disorot adalah potensi budaya di Kampung Tumbit Dayak melalui tradisi Bekudung Betiung. Tradisi ini dinilai memiliki daya tarik kuat karena mampu menghadirkan pengalaman wisata yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai budaya.

“Wisatawan tidak hanya datang untuk melihat, tapi juga merasakan budaya lokal. Ini nilai tambah yang tidak dimiliki semua daerah,” jelasnya.

Ia pun mendorong kampung-kampung lain untuk mulai menggali dan mengangkat tradisi lokal sebagai daya tarik wisata, seperti pesta panen maupun perayaan hari jadi kampung.

Dalam situasi efisiensi anggaran saat ini, pendekatan berbasis potensi lokal menjadi solusi realistis. Kampung dianggap sebagai pihak yang paling memahami kekuatan wilayahnya sendiri.

“Yang tahu potensi kampung itu ya masyarakatnya sendiri. Tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan dikomunikasikan ke pemerintah,” tutupnya.

Dengan kolaborasi yang kuat antara kampung dan pemerintah daerah, sektor pariwisata Berau diyakini mampu tumbuh lebih mandiri sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *