“Kami ingin manfaatnya benar-benar terasa. Jadi alih-alih menggelar pesta rakyat, kami salurkan anggarannya untuk bazar murah. Harapannya bisa meringankan beban warga,” ujar Bupati Sri
| Editor : Pojok-Borneo
TANJUNG REDEB – Kepala Bidang Penguatan dan Daya Saing Produk Perikanan, Dinas Perikanan Berau, Dewi Rosita, menyebut pihaknya telah menyiapkan skenario pengganti, apabila kegiatan Irau Manutung Jukut benar-benar dihapus dari agenda HUT Kabupaten Berau 2025.
“Kalau benar-benar dibatalkan, kami alihkan ke kegiatan pasar murah simpatik dan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemar Ikan),” ujarnya beberapa waktu lalu.
Dewi menambahkan, sebanyak 500 kilogram ikan segar sudah tersedia untuk agenda tahunan itu. Agar tidak terbuang, ikan tersebut akan disalurkan ke kampung-kampung yang masuk kategori rentan pangan.
“Karena ikan ini segar, tidak bisa disimpan lama. Jadi walaupun acara tidak terlaksana, tetap ada manfaat yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, persiapan teknis sebenarnya sudah matang, mulai dari tenda, arang, hingga peserta yang telah mendaftar. Bahkan dalam rapat yang dipimpin sekretariat Kabupaten Berau di Ruang Rapat Kakaban, diputuskan bahwa Manutung Jukut belum dibatalkan sepenuhnya, melainkan ditunda sambil menunggu keputusan terbaru dari Kementerian Dalam Negeri RI.
Semenara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan semua rangkaian perayaan ditiadakan, bukan karena soal anggaran, melainkan instruksi langsung dari Kemendagri.
“Semua agenda rangkaian HUT dibatalkan. Alasannya bukan efisiensi, tapi untuk menghindari keramaian yang bisa menimbulkan hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya.
Ia menegaskan, keputusan itu diambil untuk keselamatan bersama dan jika dipaksakan risikonya besar. Lebih jauh, pemkab akan disalahkan kalau sampai terjadi sesuatu, Meski begitu, tiga kegiatan inti seperti upacara, rapat paripurna, dan tabligh akbar tetap digelar sebagai simbol peringatan.
Sebagai gantinya, Pemkab Berau mengarahkan anggaran yang semula untuk perayaan ke kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat, yaitu bazar murah. Program ini akan digelar di seluruh kecamatan.
“Kami ingin manfaatnya benar-benar terasa. Jadi alih-alih menggelar pesta rakyat, kami salurkan anggarannya untuk bazar murah. Harapannya bisa meringankan beban warga,” ujar Bupati Sri.
Langkah itu sekaligus menjadi penegas bahwa esensi perayaan tak selalu soal kemeriahan. Namun, Pemkab berupaya menjaga semangat itu dengan cara lain: mendekatkan ikan segar langsung ke meja makan warga dan menghadirkan bazar murah di kampung-kampung.
“Walaupun acaranya mungkin tidak terlaksana, manfaatnya tetap bisa dirasakan. Intinya, semangat kebersamaan jangan hilang,” pungkasnya (*).
















