Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Jelang Ramadhan, DLHK Berencana Tambah Petugas Dan Jam Angkut

×

Jelang Ramadhan, DLHK Berencana Tambah Petugas Dan Jam Angkut

Sebarkan artikel ini

“Biasanya memang di bulan puasa volume sampah meningkat. Solusi yang kami siapkan adalah mengerahkan lebih banyak petugas kebersihan di titik-titik tertentu,” kata Helmi belum lama ini

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, melalui Plt Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah Limbah B3, Helmi, mengatakan peningkatan timbulan sampah merupakan pola yang hampir selalu terjadi setiap memasuki bulan puasa hingga Lebaran, sehingga DLHK telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk menghadapi potensi lonjakan volume sampah selama bulan Ramadan.

“Biasanya memang di bulan puasa volume sampah meningkat. Solusi yang kami siapkan adalah mengerahkan lebih banyak petugas kebersihan di titik-titik tertentu,” kata Helmi belum lama ini.

Menurutnya, penambahan personel akan difokuskan pada lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat, seperti pasar, tempat pembuangan sementara (TPS), hingga area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bujangga.

Selain penambahan petugas, DLHK juga berencana meningkatkan frekuensi pengangkutan sampah selama bulan puasa hingga Lebaran.

Jika pada hari normal pengangkutan dilakukan 3 kali sehari, maka pada periode tersebut akan ditingkatkan menjadi 4 kali.

“Selama ini pengangkutan dari TPS ke TPA dilakukan tiga kali sehari, pagi, sore, dan malam. Tapi saat Ramadhan nanti, bisa kita tambah menjadi empat kali pengangkutan,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kondisi TPA Bujangga yang kerap disebut sudah overload, Helmi memastikan lokasi tersebut masih dapat digunakan hingga akhir tahun, hal itu didukung oleh upaya penataan yang dilakukan petugas secara rutin setiap hari.

“Masih bisa digunakan, karenakan di TPA Bujangga itu ada petugas yang setiap hari melakukan penataan, menimbun, dan mengatur sampah yang ada, sehingga daya tampungnya masih memungkinkan,” jelasnya.

Sebagai solusi jangka panjang, Helmi menyebut DLHK masih menunggu realisasi pembangunan TPA baru di Pegat Bukur, Kecamatan Sambaliung.

Hingga saat ini, proses pembangunan tersebut masih menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

“Tahun kemarin masih tahap pematangan lahan. Tahun ini kemungkinan mulai masuk tahap pembangunan. Kami masih menunggu penyelesaian dari PUPR,” kata Helmi.

Ia menekankan, TPA Pegat Bukur nantinya diharapkan dibangun dengan konsep sanitary landfill, seperti yang diterapkan di sejumlah kota besar, agar pengelolaan sampah di Berau lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Harapannya pembangunannya cepat selesai dan diserahkan ke kami, karena tentunya akan langsung kita gunakan. Tapi sekarang masih menjadi tanggung jawab PU,” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *