Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Ketua DPRD Kritik Kinerja DPUPR, Soroti Belum Maksimalnya Tangani Banjir

×

Ketua DPRD Kritik Kinerja DPUPR, Soroti Belum Maksimalnya Tangani Banjir

Sebarkan artikel ini

“Saya mohon maaf kepada Dinas PU, tapi saya melihat kinerjanya belum maksimal. Kenapa banjir masih sering terjadi? Ini karena tidak adanya saluran primer yang dibuat untuk mengalirkan air langsung ke sungai besar,” ujar Dedet, sapaan akrabnya

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto melontarkan kritik terbuka terhadap kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) soal penanganan drainase dan sistem aliran air yang belum dilakukan secara maksimal, terutama dalam pembangunan saluran primer yang seharusnya menjadi jalur utama pembuangan air.

Kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang terus terdampak banjir setiap musim hujan, yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah perkotaan.,

Ia bahkan menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran Dinas PUPR sebelum melontarkan penilaian yang menurutnya perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

“Saya mohon maaf kepada Dinas PU, tapi saya melihat kinerjanya belum maksimal. Kenapa banjir masih sering terjadi? Ini karena tidak adanya saluran primer yang dibuat untuk mengalirkan air langsung ke sungai besar,” ujar Dedet, sapaan akrabnya.

Menurutnya, selama ini pembangunan lebih banyak fokus pada saluran sekunder, padahal keberadaan saluran primer menjadi kunci utama agar air dapat mengalir lancar tanpa menimbulkan genangan.

Ia menekankan pentingnya keberanian pemerintah daerah untuk membebaskan lahan jika memang diperlukan demi pembangunan saluran utama tersebut.

“Kalau memang ada yang menghalangi aliran air menuju sungai besar, ya harus dibebaskan. Jangan hanya membuat saluran kecil, tapi yang utama justru tidak ada,” tegasnya.

Dedy juga menyoroti kondisi drainase di beberapa kawasan, salah satunya di wilayah Bedungun yang menurutnya kerap mengalami banjir akibat tidak adanya jalur pembuangan air yang jelas. Ia menilai desain aliran air yang berbelok-belok justru memperlambat arus dan memperparah genangan.

“Saluran primer itu lurus dan langsung mengarah ke sungai besar. Kalau belok-belok, air tidak bisa mengalir dengan baik,” katanya.

Ia meminta Dinas PU untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem drainase di dalam kota, termasuk memperhatikan kedalaman saluran dan kualitas pemasangan agar mampu menampung debit air yang tinggi.

Lebih jauh, Dedy mengingatkan pentingnya respons cepat dari dinas teknis setiap kali terjadi banjir. Ia berharap petugas segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi dan mencari solusi nyata berdasarkan permasalahan yang ditemukan.

“Setiap ada banjir, jangan tunggu lama. Langsung turun, lihat kondisi di lapangan, cari tahu penyebabnya, dan segera ambil tindakan,” pungkasnya.

Kritik tersebut diharapkan dapat menjadi momentum evaluasi bagi Dinas PU agar perencanaan pembangunan drainase ke depan lebih terarah, sehingga persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat dapat ditangani secara lebih efektif dan berkelanjutan (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *