Hampir sepanjang 5 kilometer, tanaman mangrove di sepanjang pesisir pantai, daunnya sudah berwarna coklat kering dimakan oleh ulat tersebut, besar kemungkinan tanaman mangrove akan habis
BIDUK-BIDUK (Berau) – Kondisi tanaman mangrove di sepanjang pesisir pantai Kampung Pantai Harapan kondisinya saat ini sangat memprihatinkan, berdasarkan pantauan terbaru dari lokasi saat ini tanaman mangrove mengalami kekeringan yang kemungkinan disebabkan oleh hama ulat.
Hampir sepanjang 5 kilometer, tanaman mangrove di sepanjang pesisir pantai, daunnya sudah berwarna coklat kering dimakan oleh ulat tersebut, besar kemungkinan tanaman mangrove akan habis.
Salah seorang warga, Mukhlis menjelaskan bahwa kejadian ini sudah berlangsung sejak 2 (dua) bulan lalu dengan munculnya rombongan kupu-kupu yang bermigrasi ke wilayah Pantai Harapan dan menetas sehingga menjadi lebih banyak.
Warga kampung Pantai Harapan dan sekitarna merasakan dampaknya, disamping merusak kondisi tanaman mangrove, hama ulat juga menyerbu rumah-rumah warga.
Sementara itu Kepala Kampung Pantai Harapan, Abdul Haris Antoyong menerangkan bahwa kejadian ini baru terjadi pertama kali yang menimpa tanaman mangrove yang ada disepanjang pesisir pantai di wilayahnya.
Pihaknya juga sudah melaporkan kepada pihak terkait, dan berharap agar segera menurunkan timnya turun ke lokasi tanaman mangrove yang ada di pesisir pantai, Kampung Pantai Harapan.
“Saya minta nanti ada tim dari instansi terkait yang diturunkan ke lokasi untuk memastikan kondisi tanaman mangrove tersebut, agar bisa ditindak lanjuti secepatnya ” pungkas Abdul Haris Antoyong.
Meski baru-baru ini, Pemerintah Kabupaten Berau bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Berau dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), telah menyelenggarakan pelatihan pengelolaan dan penguatan sistem basis data kawasan mangrove pada 8-10 Januari 2025 yang bertujuan untuk menguatkan pengelolaan kawasan mangrove di Kabupaten Berau secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Namun dengan kejadian seperti ini, pemerintah harus lebih serius dalam pengawasan kawasan hutan mangrove seperti yang terjadi di wilayah pesisir Pantai Harapan ini (*).
Reporter : M. Wahyudi | Redaktur/Editor : Anang Ma
















