Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Pemkab Fokuskan Penguatan Ketahanan Dan Kemandirian Pangan

×

Pemkab Fokuskan Penguatan Ketahanan Dan Kemandirian Pangan

Sebarkan artikel ini

“Kita memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta masyarakat yang ulet. Semua ini harus kita maksimalkan untuk mewujudkan kemandirian pangan di Berau,” ujar Bupati Sri Juniarsih Mas

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Hj Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Berau. Pernyataan ini disampaikannya dalam berbagai kesempatan untuk menegaskan pentingnya kemandirian pangan daerah di tengah tantangan pasokan dari luar.

“Kita memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam yang melimpah, serta masyarakat yang ulet. Semua ini harus kita maksimalkan untuk mewujudkan kemandirian pangan di Berau,” ujar Bupati Sri Juniarsih Mas.

Bupati menjelaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar memastikan ketersediaan beras, melainkan mencakup berbagai komoditas lokal lain, seperti sayuran, buah, dan produk olahan hasil pertanian maupun perikanan. Hal ini menjadi dasar pengembangan program pertanian terpadu dan pemberdayaan petani lokal.

Pemkab Berau, menurut Bupati Sri, juga mendorong kolaborasi dengan sektor swasta untuk membuka lahan produktif baru serta memperkenalkan teknologi pertanian modern. Tujuannya adalah meningkatkan hasil produksi sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pangan.

“Jika seluruh sektor dapat bergerak bersama, saya yakin Berau bisa menjadi daerah yang tidak hanya swasembada, tetapi juga mampu menjadi penyuplai pangan bagi wilayah lain,” tegas Bupati.

Selain itu, Bupati Sri Juniarsih Mas menekankan pentingnya memadukan teknologi modern dengan kearifan lokal dalam mengelola lahan. Pola tanam ramah lingkungan dan pemanfaatan teknologi pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanpa merusak lingkungan.

Bupati juga menegaskan bahwa ketahanan pangan menyentuh hajat hidup masyarakat, sehingga program ini harus dimulai dari tingkat desa dan kampung, hingga skala kabupaten. Pendekatan ini tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui produktivitas masyarakat.

“Ketahanan pangan ini bukan sekadar wacana. Ini menyangkut hajat hidup masyarakat kita. Karena itu, kita harus mulai dari diri sendiri, dari kampung, hingga kabupaten, agar benar-benar tidak bergantung dari luar,” pungkasnya.

Dengan fokus pada kemandirian pangan, pemanfaatan lahan produktif, dan kolaborasi lintas sektor, Berau diharapkan mampu menjadi model daerah yang tangguh dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di tingkat provinsi maupun nasional (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *