Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Sosok Bupati Sri Juniarsih Mas, Bukti Kesetaraan Gender Di Kalimantan Timur

×

Sosok Bupati Sri Juniarsih Mas, Bukti Kesetaraan Gender Di Kalimantan Timur

Sebarkan artikel ini

“Bukan berarti kita sebagai seorang perempuan tidak bisa berbuat apa-apa, karena kita memiliki waktu yang sama dan potensi yang sama,” ujar Bupati Sri Juniarsih

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Kepemimpinan perempuan masih tergolong langka, di Kalimantan Timur hanya dua daerah yang dipimpin oleh perempuan, yakni Kabupaten Berau dan Kota Bontang. Hal ini menjadikan posisinya semakin strategis dalam memperjuangkan kesetaraan gender, sekaligus menjadi representasi perempuan dalam kepemimpinan daerah.

Menanggapi tantangan sebagai kepala daerah perempuan, Bupati Berau Sri Juniarsi Mas mengatakan, setiap amanah di organisasi mana pun pasti memiliki kendala, namun menurutnya, tantangan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk membatasi peran perempuan.

“Bukan berarti kita sebagai seorang perempuan tidak bisa berbuat apa-apa, karena kita memiliki waktu yang sama dan potensi yang sama,” ujar Bupati Sri Juniarsih seperti dikutip dari laman youtube RRI Samarinda.

Ia menegaskan, kunci utama kepemimpinan terletak pada kemauan untuk terus belajar. Hingga saat ini, dirinya masih aktif berdiskusi dengan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan regulasi dan tidak menimbulkan permasalahan hukum di kemudian hari.

Menurutnya, kolaborasi dan komunikasi menjadi fondasi penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik. Ia juga menyampaikan, berdiskusi dengan pejabat teknis adalah bentuk kehati-hatian dalam memimpin, agar setiap keputusan benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat dan berjalan sesuai aturan perundang-undangan.

Dalam pandangannya, kesetaraan gender bukanlah tentang perbedaan peran antara laki-laki dan perempuan, melainkan tentang kesempatan yang sama.

“Siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan, memiliki peluang yang setara untuk berkembang, asalkan mau memanfaatkan waktu untuk belajar, berdiskusi, dan terus meningkatkan kapasitas diri,” katanya.

Saat menyampaikan pesan kepada para perempuan, Bupati Sri Juniarsih mengatakan, tantangan sejatinya merupakan proses pembentukan diri.

“Tantangan adalah progres agar kita menjadi lebih kuat dan berkembang,” ucapnya.

Ia juga menekankan, perempuan tidak boleh berada dalam posisi stagnan karena hal tersebut justru menghambat pertumbuhan diri.

Lebih lanjut, disampaikan Bupati Sri, kekuatan perempuan tidak hanya terletak pada kemampuan berpikir dan bertindak, tetapi juga pada keteguhan doa. Menurutnya, doa merupakan dukungan spiritual yang luar biasa dalam menghadapi setiap rintangan kehidupan.

Dengan usaha, inovasi, dan doa, perempuan diyakini mampu melewati berbagai tantangan dan bersaing secara sehat di masa depan.

Melalui kepemimpinannya saat ini, Kabupaten Berau tidak hanya mencatat prestasi pembangunan, tetapi juga menghadirkan narasi kuat tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Kepemimpinannya menjadi bukti bahwa perempuan mampu memimpin dengan bijak, tangguh, dan berintegritas (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *