Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
PULAU DERAWAN

TPS 3R Jadi Solusi Jitu Pengelolaan Sampah Pulau Derawan

×

TPS 3R Jadi Solusi Jitu Pengelolaan Sampah Pulau Derawan

Sebarkan artikel ini

“Kami berharap semuanya ini bisa menjadi solusi untuk penanggulangan sampah sekaligus meningkatkan kebersihan, keindahan serta estetika Pulau Derawan sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” kata Bupati Sri

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

PULAU DERAWAN – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas meresmikan Rumah Pilah Sampah Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Kampung Pulau Derawan, beberapa waktu lalu.

Fasilitas yang diinisiasi oleh WWF Indonesia bersama Pemerintah Kampung ini diharapkan menjadi solusi pengelolaan sampah di kawasan wisata unggulan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Peresmian juga dihadiri Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, Sekretaris DLHK Masrani serta jajaran Forkopimda Lingkup Pemkab Berau.

Keberadaan TPS 3R sangat penting bagi Pulau Derawan yang telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Kami berharap semuanya ini bisa menjadi solusi untuk penanggulangan sampah sekaligus meningkatkan kebersihan, keindahan serta estetika Pulau Derawan sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” kata Bupati Sri.

Pembangunan TPS 3R sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo kepada seluruh kepala daerah, TNI dan Polri untuk bergerak bersama memerangi sampah hingga ke tingkat daerah dan kampung.

“Presiden Prabowo telah menginstruksikan kepada kami selaku bupati di seluruh Indonesia untuk sama-sama memerangi sampah dan mendorong gerakan hingga ke bawah,” katanya.

Gerakan nasional tersebut sangat relevan diterapkan di Pulau Derawan yang merupakan destinasi wisata andalan Kabupaten Berau. Terlebih TPS 3R dirancang untuk mengubah pola pengelolaan sampah masyarakat dari sistem campur menjadi sistem pemilahan antara sampah organik dan anorganik.

“TPS 3R ini adalah bagaimana masyarakat bisa memilah sampah. Sampah basah bisa diolah, sedangkan plastik, kaleng dan besi bisa dijual sehingga bernilai ekonomis,” ujar Sri lagi.

Pemkab Berau juga tengah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga agar sampah dapat diolah lebih lanjut, termasuk menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif.

“Sampah basah bisa dikeringkan lalu diolah menjadi briket sebagai bahan bakar ketika langka gas. Ini yang sedang kami upayakan bekerja sama dengan pihak ketiga,” ungkapnya.

Kebersihan merupakan faktor utama kenyamanan wisatawan. Sehingga, ia meminta agar kepala kampung dan aparatur setempat aktif mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R tersebut.

TPS 3R Derawan diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah di destinasi wisata lainnya di daerah tersebut, sekaligus memperkuat citra Berau sebagai tujuan wisata bersih dan berkelanjutan.

“Yang kemarin sampah dibuang sembarangan, dibuang ke laut, sekarang harus kita taruh di TPS 3R dan dipilah,” tegasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *