“Ini berdampak positif pada UMKM. Tapi, saya ingatkan agar pedagang tetap menjaga kebersihan dan tidak mengabaikan keselamatan serta kualitas makanan yang dijual,” ujar Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Keberadaan pasar Ramadan bukan sekadar tradisi musiman, pasar takjil dipandang sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang signifikan.
Pasar ini menyediakan ruang bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan pendapatan mereka. Oleh karena itu, dukungan pemerintah daerah menjadi krusial dalam mengoptimalkan potensi ekonomi ini setiap tahunnya
Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi, memandang pasar ramadhan bukan hanya ruang perputaran ekonomi, tetapi juga bagian dari suasana ibadah yang perlu dijaga ketertiban dan kenyamanannya.
Namun demikian, pedagang dihimbau untuk tetap mematuhi aturan yang telah ditetapkan panitia, terutama terkait kebersihan, keamanan, serta jam operasional.
“Ini berdampak positif pada UMKM. Tapi, saya ingatkan agar pedagang tetap menjaga kebersihan dan tidak mengabaikan keselamatan serta kualitas makanan yang dijual,” ujar Wakil Ketua II DPRD Berau, H. Sumadi.
H. Sumadi juga meminta pengunjung pasar Ramadhan agar turut menjaga ketertiban, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menghindari kemacetan di sekitar lokasi pasar menjelang waktu berbuka.
Termasuk tetap menjaga etika karena pasar berada di lingkungan masjid, seperti menjaga kebersihan, sopan santun selama berbelanja atau beraktivitas di pasar ramadan.
“Ramadan ini momentum ibadah. Jangan sampai euforia pasar justru mengurangi kekhusyukan. Mari jaga ketertiban dan saling menghormati,” pungkasnya (*).
















