Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TELUK BAYUR

Satgas Pertamanan Lakukan Perawatan Taman Steenkolen Teluk Bayur

×

Satgas Pertamanan Lakukan Perawatan Taman Steenkolen Teluk Bayur

Sebarkan artikel ini

Penyiraman dengan mobil tangki milik DLHK, dilakukan dengan menyemprotkan air yang sudah dicampur pupuk NPK atau pupuk organik cair sesuai kebutuhan tanaman

Editor : Anang Ma

Example 300x600

TELUK BAYUR – DLHK Berau terus melakukan perawatan tanaman di taman yang ada diwilayah kerjanya, hari ini, Sabtu (24/5/2025) giliran penyiraman rutin di Taman Steenkolen Teluk Bayur yang menjadi fokus titik penyiraman oleh Satgas Pertamanan.

Penyiraman dengan mobil tangki milik DLHK, dilakukan dengan menyemprotkan air yang sudah dicampur pupuk NPK atau pupuk organik cair sesuai kebutuhan tanaman.

Mendekati puncak musim kemarau kali ini, meskipun cuaca tidak menentu kadang panas kadang hujan, ini sangat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat, tak terkecuali dialami juga oleh Dinas Lingkungan Hidup Dan Kebersihan (DLHK) Berau dalam merawat tanaman di taman-taman yang ada di perkotaan.

Kepala UPT Pertamanan dan Pemakaman DLHK Berau, Ramadiansyah, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya sedang konsen, melakukan perawatan secara intensif tanaman di taman perkotaan sepertin di Taman Steenkolen Teluk Bayur, mengingat musim kemarau yang semakin memuncak.

“Menurut BMKG Kabupaten Berau saat ini wilayah Berau berada dalam masa pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau, untuk menjaga agar tanaman hias seperti yang ada di Taman Steenkolen ini tetap subur dan indah, maka kami rutin melakukan perawatan diantaranya dengan penyiraman saat cuaca panas” jelas Ramadiansyah.

Pihaknya mengerahkan semua armada tangki pengangkut air yang dimiliki untuk melakukan penyiraman tanaman yang ada di semua sudut perkotaan agar terhindar dari kekeringan yang menyebabkan tanaman mati.

“Kita memiki 1 mobil tangki dengan kapasitas 2.500 liter, sementara tangki roda 3 sebanyak 4 unit, yang rutin kami gunakan untuk kegiatan penyiraman,” tuturnya.

Menurutnya di perkotaan tidak ada wilayah yang kering ekstrim, karena antisipasi penyiraman terus dilakukan setiap hari, apalagi dengan kondisi musim pancaroba seperti saat ini sehingga intensitas penyiraman juga dilakukan penambahan (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *