Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

HUT Paguyuban Sriwedari Berau Ke-40, Komitmen Jaga Kekompakan Dan Lestarikan Budaya

×

HUT Paguyuban Sriwedari Berau Ke-40, Komitmen Jaga Kekompakan Dan Lestarikan Budaya

Sebarkan artikel ini

“Acara Tasyakuran Ulang Tahun yang diadakan Paguyuban Sriwedari ini, menjadi momentum penguatan kerja sama antar anggota Sriwedari dan pilar Ikapakarti serta kekompakan masyarakat jawa yang ada di Berau” ujar M. Said

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Mengusung tema “Ngleluri Ngadat, Nyambung Silaturahmi” yang bermakna “Menjaga Tradisi, Menjalin Silaturahmi”, Paguyuban Sriwedari Kabupaten Berau yang terbentuk sejak 1985 atau 4o tahun yang lalu, Sabtu malam (24/5/2025), mengadakan tasyakuran HUT Paguyuban Sriwedari di kediaman salah satu tokoh Jawa, Pakde Toni (Ahmad Najib Fathoni) di Jalan Albina Tanjung Redeb.

Nampak hadir Sekretaris Daerah, Muhammad Said, Staff Ahli Bupati, Camat Tanjung Redeb Toto Marjito, Kapolsek Tanjung Redeb, Kepala-kepala OPD, Ketua-ketua Pilar Paguyuban diantaranya Arema, PKJ Berau, Ikayo, Maharani Lamongan, Paguyuban Keluarga Blitar, Magicom Sakti, Paguyuban AE Madiun Raya, Sekretaris Ikapakarti Aan Wibowo, serta dihadiri tokoh-tokoh masyarakat dan anggota paguyuban Sriwedari.

Dalam sambutannya, Ketua Paguyuban Sriwedari Kabupaten Berau, Mulyadi, mengatakan acara tasyakuran ke 4o kali ini adalah wujud nyata komitmen paguyuban Sriwedari dalam menjaga dan melestarikan budaya jawa. Mulyadi juga berharap Paguyuban Sriwedari semakin matang dan mampu membangkitkan salah satu kesenian jawa yaitu Wayang.

“Semoga acara ini dapat bermanfaat bagi kita untuk terus saling belajar, berbagi dan bertumbuh bersama. Tantangan bagi generasi muda untuk menjaga tata krama, dan sopan santun serta  merawat tradisi leluhur” ucap Mulyadi.

Sementara itu, Bupati Berau dalam sambutannya yang dibacakan oleh Sekda Berau, Muhammad Said, menyambut baik acara atau kegiatan seperti ini, dan memberikan apresiasi kehadiran Paguyuban seperti Sriwedari di Berau ini, serta mengajak peran aktif paguyuban dalam melestarikan seni dan budaya daerah.

“Acara Tasyakuran Ulang Tahun yang diadakan Paguyuban Sriwedari ini, menjadi momentum penguatan kerja sama antar anggota Sriwedari dan pilar Ikapakarti serta kekompakan masyarakat jawa yang ada di Berau” ujar M. Said.

Said juga mengingatkan pentingnya menjaga dan mempertahan budaya yang merupakan ciri khas budaya Berau.

“Jika kita bisa menjaga kekompakan dan kebersamaan, maka di daerah akan tercipta ketentraman dan kerukunan selamanya. Terutama dalam mendukung jalannya pembangunan” kata M. Said.

Acara tasyakuran HUT Paguyuban Sriwedari ke 40 ditutup dengan ramah tamah dan pembagian hadiah. (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *