Karena itu, situasinya menjadi berbeda ketika harus menjawabnya disaat ini. Artinya, sebagai “orang dalam” jawabannya harus terstruktur, berdasarkan telaahan, dan akademik.
Oleh : Drs. Yudha Budisantosa, M. Si

TANJUNG REDEB (Berau) – Pagi itu, Sabtu (11/4) ada permintaan wawancara dari rekan kami wartawan. Seperti biasa karena waktunya untuk olah raga, bulu tangkis maka saya minta ditunda siang atau sore untuk wawancaranya. Permintaan itu dipenuhi. Belum juga masuk kantor tapi sudah mau diwawancarai, pikirku. Atau anggap saja ini adalah tugas awal, pemanasan.
Begitulah, sesuai waktunya wawancara dimulai. Mengalirlah pertanyaan dan jawaban, mungkin berlangsung sekira sepuluh menitan. Tentu saja saya membatasi dan belum bisa banyak membahas tentang Kebudayaan dan Pariwisata.
Waktu itu memang ada pertanyaan yang “menarik,” tentang “Peta Masalah Pariwisata” di Kabupaten Berau. Sempat terkesiap mendengar pertanyaan ini. Tidak buru-buru segera menjawab. Sekarang sebagai Kadis Budpar, tentu saya tidak ingin asal menjawab. Sebab, bisa saja nanti dibilang “ngeramput,” he he he…
Situasinya akan berbeda jika pertanyaan ini ditujukan kepada saya saat masih di posisi sebelumnya, Kadis Pusip. Saya akan jawab sesuai “persepsi” sebagai orang di luar Disbudpar, yang juga ikut mengamati dan peduli dengan pariwisata di Berau.
Karena itu, situasinya menjadi berbeda ketika harus menjawabnya disaat ini. Artinya, sebagai “orang dalam” jawabannya harus terstruktur, berdasarkan telaahan, dan akademik.
Hingga akhirnya atas wawancara tersebut terbit berita Online bertajuk: “Baru Dilantik Bupati, Yudha Ngaku Belum Punya Peta Masalah Pariwisata di Berau.”
Awalnya sempat kaget juga sih. Tak heran kemudian memunculkan tanggapan yang beragam dari netizen. Tidak butuh waktu lama, saya pun bisa “menikmati” situasi ini. Langsung “beradaptasi” dengan hiruk-pikuknya dunia maya. Malah saya sempat tertawa sendiri.
Oh, sebegitunya mereka mencintai dunia pariwisata di Berau ini. Sehingga mereka begitu “mesranya menanggapi berita ini. Semoga saja “kemesraan” ini janganlah cepat berlalu.
Ingin rasanya segera merespon kemesraan ini dan menjawabnya satu-persatu. Sembari mengucapkan terima kasih. Karena dari kemesraan ini telah memacu otak saya berpikir yang kemudian melahirkan ide-ide baru, yang kelak akan kami coba wujudkan. Semoga waktu tidak cepat berlalu. Salam Lovely Berau (*).
| Penulis : Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Berau (22/4/2026)
















