Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Sinergi DLHK Berau dan Warga Menuju Target Berau Bebas Sampah 2030

×

Sinergi DLHK Berau dan Warga Menuju Target Berau Bebas Sampah 2030

Sebarkan artikel ini

Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana, mengatakan, meningkatnya aktivitas wisatawan di berbagai objek wisata membuat potensi timbulnya sampah semakin besar

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Menuju Berau Bebas Sampah 2030, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau mulai memperkuat pengelolaan sampah dikawasan wisata.

Selain menambah fasilitas dan patroli kebersihan, pelibatan warga dan komunitas lokal kini jadi kunci utama pengawasan sampah.

Kepala DLHK Berau, Mustakim Suharjana, mengatakan, meningkatnya aktivitas wisatawan di berbagai objek wisata membuat potensi timbulnya sampah semakin besar.

Untuk itu, pengawasan tidak hanya dilakukan secara teknis, namun juga melibatkan peran serta masyarakat setempat.

Adapun beberapa yang menjadi perhatian adalah destinasi wisata Pulau Derawan, Pulau Maratua, hingga Labuan Cermin di Bidukbiduk. Yang ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat musim liburan.

“Kami melihat perlu ada pendekatan yang lebih menyeluruh dalam menjaga kebersihannya,” terangnya.

DLHK sendiri lanjutnya, sudah mulai memetakan area-area rawan timbunan sampah di lokasi-lokasi wisata tersebut.

Selain menyediakan fasilitas tempat sampah terpilah, pihaknya juga mulai menerjunkan tim patroli kebersihan secara berkala, termasuk di lokasi-lokasi wisata alam seperti air terjun dan pantai.

Namun, Mustakim menyadari bahwa menjaga kebersihan bukan hanya soal menempatkan fasilitas atau membersihkan sampah yang sudah terlanjur ada.

Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat justru menjadi faktor paling menentukan dalam menciptakan lingkungan wisata yang bersih dan berkelanjutan.

“Kami juga menggandeng komunitas lokal, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), hingga organisasi kepemudaan untuk terlibat dalam kegiatan edukasi lingkungan, harapannya, warga sekitar dan pengunjung bisa memahami pentingnya tidak membuang sampah sembarangan” jelas Mustakim.

Lebih lanjut diterangkannya, kampanye sadar lingkungan juga kini menyasar sekolah-sekolah, dengan mendorong terbentuknya bank sampah dan kegiatan pengelolaan limbah sederhana.

Dirinya berharap upaya ini bisa memperkuat fondasi gerakan Berau Bebas Sampah 2030 yang sedang digalakkan.

Tidak berhenti di kawasan wisata, DLHK juga tengah mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis kampung.

Program ini meliputi pelatihan daur ulang dan penyediaan sarana pengumpulan sampah, terutama di wilayah yang belum terjangkau layanan rutin pengangkutan sampah.

“Dengan pengelolaan berbasis kampung, masyarakat bisa mulai mengelola sampah dari rumah. Ini juga bagian dari upaya mengurangi beban di TPA Bujangga yang selama ini menjadi tempat pembuangan akhir utama,” jelas Mustakim.

Ditegaskannya, pengelolaan sampah seharusnya tidak hanya dipandang dari sisi kebersihan semata, tetapi juga dari nilai ekonomi.

“Kalau bisa didaur ulang, bisa bernilai tambah. Ini yang kami dorong agar pengelolaan sampah bisa menjadi bagian dari ekonomi sirkular,” tutupnya.

Pihaknya optimistis, dengan dukungan lintas sektor dan kolaborasi aktif dari masyarakat, Berau bisa mewujudkan kawasan wisata yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan dalam jangka panjang (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *