“Perjalanan Dumaring pun belum berhenti. Setelah berhasil masuk 30 besar, tantangan berikutnya adalah berjuang menembus 15 besar nasional,” harap Yudha

Tanjung Redeb – Kabar membanggakan datang dari sektor pariwisata Kabupaten Berau. Kampung Wisata Dumaring, Kecamatan Talisayan, berhasil menembus jajaran 30 besar nasional Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026 untuk kategori Desa dan Kampung Wisata.
Capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya potensi pariwisata berbasis masyarakat di Kabupaten Berau.
Dumaring berhasil melewati tahapan verifikasi, kurasi, dan penilaian hingga masuk dalam jajaran kampung wisata terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.
Keberhasilan Dumaring tidak hanya menjadi pencapaian sebuah destinasi wisata, tetapi juga mencerminkan kemampuan masyarakat pesisir Berau dalam mengembangkan pariwisata yang berdaya saing sekaligus berkelanjutan.
Dalam proses seleksi WIA 2026, desa dan kampung wisata dinilai melalui sejumlah aspek, mulai dari komitmen dan inovasi, kualitas pengelolaan, hingga kemampuan mengembangkan potensi wisata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa, menyampaikan apresiasi atas kerja keras masyarakat Dumaring yang selama ini konsisten mengembangkan potensi wisata kampung.
Menurutnya, dukungan masyarakat, pengelola wisata, pemerintah kampung serta berbagai pihak menjadi kekuatan penting yang mengantarkan Dumaring hingga ke tahap 30 besar nasional.
“Perjalanan Dumaring pun belum berhenti. Setelah berhasil masuk 30 besar, tantangan berikutnya adalah berjuang menembus 15 besar nasional,” harap Yudha, Minggu (6/9/2026).
Dumaring memiliki karakter kuat sebagai destinasi ekowisata berbasis konservasi hutan dan sungai. Berdasarkan profil resmi di Jejaring Desa Wisata (JADESTA) Kementerian Pariwisata, pengembangan wisata Dumaring terintegrasi dengan program perhutanan sosial melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Pangalima Jerrung dan kelompok usaha perhutanan sosial bidang wisata.
Konsep tersebut membuat kegiatan pariwisata di Dumaring tidak semata berorientasi pada kunjungan wisatawan.
Pengembangan destinasi juga diarahkan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu ikon utama Dumaring adalah Taman Sungai Dumaring (TSD). Kawasan ini menawarkan beragam aktivitas, mulai dari wisata air, rekreasi keluarga, outbound, jungle tracking hingga berbagai wahana permainan.
TSD juga menjadi bagian dari kampanye pelestarian hutan dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan jasa lingkungan Sungai Dumaring.
Selain Taman Sungai Dumaring, terdapat sejumlah destinasi lain yang memperkuat karakter Dumaring sebagai kawasan ekowisata.
Taman Mangrove Dumaring (Demangroop) misalnya, menawarkan wisata sekaligus edukasi mengenai ekosistem mangrove dan keanekaragaman hayati pesisir.
Sementara Taman Goa Dumaring menghadirkan pengalaman wisata petualangan melalui kawasan gua dan aliran sungai bawah tanah.
Demi menjaga keamanan pengunjung, aktivitas di kawasan tersebut dilakukan melalui reservasi dan didampingi pemandu.
Potensi Dumaring juga tidak hanya bertumpu pada kekayaan alam. Kampung wisata ini mulai mengembangkan pengalaman wisata yang terhubung dengan ekonomi masyarakat melalui berbagai produk lokal.
Wisatawan dapat mengenal sekaligus menikmati produk seperti madu kelulut, gula aren, kopi lokal, batik Jagad Dumaring hingga produk hasil hutan bukan kayu.
Masuknya Dumaring ke 30 besar WIA 2026 menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Berau untuk semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah dengan potensi pariwisata unggulan di Kalimantan Timur.
Dumaring menunjukkan bahwa kekuatan destinasi tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam. Keterlibatan masyarakat, tata kelola, konservasi lingkungan dan kemampuan menciptakan nilai ekonomi lokal menjadi bagian penting dalam membangun destinasi yang berkelanjutan.
Kini, tantangan berikutnya berada di depan mata. Masyarakat Dumaring bersama Pemerintah Kabupaten Berau diharapkan mampu mempertahankan momentum tersebut dan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menghadapi tahapan penilaian menuju 15 besar Wonderful Indonesia Awards 2026.
Jika mampu melangkah lebih jauh, keberhasilan Dumaring bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kecamatan Talisayan, tetapi juga menjadi representasi Kabupaten Berau di panggung pariwisata nasional (*).
















