Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Kepala Dinsos Iswahyudi Sebut Banyak Penerima Bansos Sudah Tidak Relevan

×

Kepala Dinsos Iswahyudi Sebut Banyak Penerima Bansos Sudah Tidak Relevan

Sebarkan artikel ini

“Penerima bansos yang dicoret karena satu dan lain hal itu penyebabnya Kemensos yang tahu. Tidak ada informasi terkait sebab dicabutnya penerima bansos, apalagi judol,” tegas Iswahyudi

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Berau, Iswahyudi membenarkan adanya sejumlah penerima bantuan sosial (Bansos) yang dicoret dari daftar penerima manfaat. Namun, Dinas Sosial Berau menegaskan bahwa pencoretan tersebut karena sejumlah syarat penerima sudah tak relevan lagi dengan kondisi penerima. Selain itu, Dinsos Berau juga menjelaskan bukan karena Judi Online.

Iswahyudi, mengungkapkan bahwa mekanisme perubahan data penerima manfaat bansos sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat, dalam hal ini Kemensos, ia tidak mengetahui secara pasti alasan spesifik yang mendasari keputusan pencoretan tersebut, sebab informasi detail dari Kemensos tidak masuk ke tingkat daerah.

“Penerima bansos yang dicoret karena satu dan lain hal itu penyebabnya Kemensos yang tahu. Tidak ada informasi terkait sebab dicabutnya penerima bansos, apalagi judol,” tegas Iswahyudi.

Ia menambahkan bahwa pergantian atau perubahan data penerima manfaat di Berau sering terjadi, tetapi Dinsos tidak menerima informasi mengenai alasan utama di balik perubahan tersebut.

“Kalau dari pusat bukan tidak ada, kami tidak tahu persis. Tapi kalau pergantian sering, kalau sebabnya apa itu informasinya tidak masuk ke kami,” sambungnya.

Iswahyudi menjelaskan bahwa pencoretan umumnya terjadi karena warga tersebut sudah dianggap tidak lagi memenuhi kriteria sebagai keluarga penerima manfaat (KPM). Kriteria ketidaklayakan ini dapat mencakup peningkatan status ekonomi.

“Yang tidak menerima bisa saja karena sudah keterima PNS, Pegawai, bekerja di swasta, atau ternyata bukan keluarga miskin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iswahyudi juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan menyalurkan bantuan lain bagi warga Berau di luar penerima manfaat Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan tersebut berupa Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).

Dari sekitar 19 ribu keluarga penerima manfaat yang telah terverifikasi di Berau, Dinsos memprediksi hanya sekitar 7 ribu warga yang dinilai layak untuk menerima BLTS (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *