“Kita harus mampu mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah) di Maratua. Sampah bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga punya nilai ekonomis jika dikelola dengan baik,” ujar Sri Juniarsih
| Editor : Anang Ma
MARATUA – Bupati Sri Juniarsih Mas, mengajak masyarakat di kawasan wisata untuk membudayakan hidup bersih dan bebas sampah demi menjaga daya tarik Pulau Maratua sebagai destinasi unggulan.
“Program pengelolaan sampah di tingkat RT melalui dukungan dana sebesar Rp50 juta per RT diharapkan dapat menjadi budaya baru bagi masyarakat kampung dalam mendukung kawasan wisata tetap bersih,” kata Bupati Sri Juniarsih Mas.
Bupati menegaskan, penanganan sampah di Pulau Maratua sangat penting agar keindahan alamnya tetap terjaga. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah kabupaten, kecamatan, pemerintah kampung hingga masyarakat, untuk terus berkolaborasi menjaga keasrian lingkungan.
“Kita harus mampu mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI (aman, sehat, resik, dan indah) di Maratua. Sampah bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga punya nilai ekonomis jika dikelola dengan baik,” ujar Sri Juniarsih.
Ia juga mendorong Tim Pembina Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari tingkat kabupaten hingga kampung untuk berperan aktif dalam gerakan kebersihan, sehingga gaya hidup bersih dapat menjadi budaya masyarakat.
Menurutnya, sampah organik dapat dimanfaatkan menjadi kompos dan pakan ternak, sementara sampah anorganik bisa diolah menjadi barang bernilai ekonomi.
Dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua, Bupati menegaskan bahwa Maratua merupakan destinasi unggulan, tidak hanya bagi Kalimantan Timur, tetapi juga telah dikenal di tingkat nasional hingga internasional.
Karena itu, seluruh potensi yang ada harus terus dikembangkan, sementara berbagai hal yang berpotensi merusak keindahan alam harus ditangani bersama, termasuk persoalan sampah.
“Potensi wisata di Maratua harus dikelola secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, pihak kecamatan dan pemerintah kampung harus mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan sektor potensial,” katanya (*).










