“Insyaa Allah, mulai Januari sudah beroperasi,” ucap Patah Atabri
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Kepala Badan Layanan Umum Unit Penyelenggara Bandar Udara (BLU UPBU) Kelas I Kalimarau, Patah Atabri, menyebut sejumlah maskapai nasional melirik Berau sebagai destinasi potensial seturut meningkatnya mobilitas penumpang karena daya tarik wisata.
Bandara Kalimarau pun bersiap menyambut tambahan rute dan maskapai. Kabar yang paling dekat adalah rencana kehadiran Citilink dari grup Garuda Indonesia.
Ia menambahkan proses administrasi penerbangan Citilink hampir rampung dan dijadwalkan maskapai direncanakan melayani rute Surabaya-Balikpapan-Berau menggunakan Airbus A320 mulai 12 Januari 2026.
“Insyaa Allah, mulai Januari sudah beroperasi,” ucap Patah Atabri.
Skema penerbangan Citilink dirancang agar penumpang tidak perlu turun saat singgah di Balikpapan. Dengan pola tersebut, perjalanan diharapkan lebih ringkas dan efisien tanpa harus berganti pesawat atau menunggu terlalu lama di bandara transit.
Wings Air juga disebut mengajukan permohonan jadwal penerbangan dari Bandara Kalimarau ke Bandara Maratua. Maskapai akan menggunakan armada ATR-72. Pengajuan sudah mendapatkan lampu hijau dari pengelola bandara meski waktu operasional masih menunggu keputusan final dari maskapai.
Patah menjelaskan, pengelola Bandara Kalimarau tidak bersikap pasif menunggu maskapai datang. Sejumlah masukan disampaikan terutama agar rute yang dibuka menjamin keterisian penumpang.
Salah satu gagasan yang mengemuka adalah pengembangan jalur penerbangan yang menghubungkan Kalimarau, Maratua, dan Samarinda. Dengan skema transit semacam itu, jumlah penumpang dinilai berpotensi lebih stabil dibandingkan penerbangan pergi-pulang yang rawan sepi.
“Skema ini diharapkan membawa dampak positif terutama terhadap keterisian penumpang,” imbuhnya.
Pesawat turboprop seperti ATR dianggap paling realistis untuk rute Maratua karena keterbatasan panjang landasan pacu di pulau wisata paling terluar tersebut. Jika terhubung dengan penerbangan lanjutan, Maratua bisa menjadi tujuan akhir sekaligus bagian dari jaringan penerbangan regional yang lebih luas.
Konsep penerbangan berjejaring diyakini menghidupkan konektivitas antarwilayah. Penumpang yang tiba di Berau, misalnya, bisa melanjutkan perjalanan ke destinasi lain tanpa harus kembali ke kota besar terlebih dahulu. Potensi wisata Maratua dinilai makin terbuka.
Bandara Kalimarau terus menjalin komunikasi dengan maskapai lain termasuk Garuda Indonesia. Rute Berau-Jakarta tanpa transit menjadi salah satu harapan meski realisasinya bergantung ketersediaan armada.
Pendekatan serupa kepada AirAsia, beberapa opsi rute dibahas antara lain Jakarta-Berau-Surabaya serta Jakarta-Berau-Makassar. Respons awal dari maskapai disebut cukup menjanjikan meski belum ada kepastian waktu pelaksanaan.
Menurut Patah, rute langsung dari kota besar seperti Jakarta sangat membantu mobilitas warga. Kehadiran lebih banyak maskapai juga diyakini menekan harga tiket yang selama ini kerap melonjak (*).
















