“Idealnya di Pulau Derawan diperlukan lokasi untuk tempat pengolahan sampah mandiri. Namun, hal itu urung terwujud sehingga dibelilah satu unit kapal kapasitas 15 ton ini untuk mengangkut sampah yang selanjutnya dibawa ke TPST Tanjung Batu” jelas Awaluddin
| Editor : Anang Ma
PULAU DERAWAN – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau kembali operasikan kapal pengangkut sampah Pulau Derawan, yang dalam sebulan terakhir sempat diistirahatkan karena mengalami kerusakan pada mesin kapal, dimana diketahui kapal pengangkut sampah tersebut berkapasitas 15 ton.
Pengangkutan perdana sampah dari Pulau Derawan hari ini, Kamis (12/6/2025) hampir 5 (ton) sampah yang dapat dimuat untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yang ada di Kampung Tanjung Batu.
Menurut Awaluddin, Kasubbag TU UPTD Kebersihan Kepulauan Derawan Dan Maratua DLHK Berau, selama kapal pengangkut sampah alami kerusakan dan dalam maintenance, pengangkutan sampah dari Pulau Derawan menuju Tanjung Batu hanya menggunakan kapal masyarakat, sehingga pengelolaan sampah dari Pulau Derawan ke Tanjung Batu tidak maksimal.
“Idealnya di Pulau Derawan diperlukan lokasi untuk tempat pengolahan sampah mandiri. Namun, hal itu urung terwujud sehingga dibelilah satu unit kapal kapasitas 15 ton ini untuk mengangkut sampah yang selanjutnya dibawa ke TPST Tanjung Batu” jelas Awaluddin.
Ditambahkan Awaluddin, saat ini volume sampah yang dapat diangkut dengan kapal pengangkut sampah tersebut diperkirakan mencapai 3 (tiga) ton sampai 4 (empat) ton, yang diangkut dalam 2 (dua) hari sekali.
Adapun sampah yang dikumpulkan yang selanjutnya dibawa ke Tanjung Batu dengan Kapal Pengangkut Sampah tersebut bukan hanya sampah rumah tangga, rumah makan, maupun penginapan atau resort saja, tapi juga sampah kiriman yang hanyut ke pantai Derawan juga.
Selain berfokus pada pengumpulan sampah, pihaknya seminggu sekali juga melakukan pembersihan demi kenyamanan wisatawan yang datang.
“Kami komitmen menjaga kebersihan lingkungan khususnya di Pulau Derawan. Disamping itu kami juga rutin mengingatkan kepada masyarakat sebagai masyarakat pariwisata wajib menjaga kebersihan demi kenyamanan wisatawan yang datang,” pungkas Awaluddin (*).
















