“Teman-teman DLHK adalah pahlawan kebersihan. Mereka bangun paling pagi, kerja di bawah panas dan hujan, tapi kadang kita lupa memperhatikan kesehatannya,” ujar Mustakim
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Ditengah gencarnya upaya Pemerintah Kabupaten Berau membersihkan lingkungan, perhatian khusus diberikan kepada para petugas kebersihan yang menjadi garda terdepan dalam menjaga wajah kota. Kepala DLHK, Mustakim Suharjana, menegaskan bahwa kesehatan para petugas kebersihan harus diprioritaskan.
“Teman-teman DLHK adalah pahlawan kebersihan. Mereka bangun paling pagi, kerja di bawah panas dan hujan, tapi kadang kita lupa memperhatikan kesehatannya,” ujar Mustakim.
Ia meminta agar program pemeriksaan kesehatan rutin untuk petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) segera diaktifkan kembali.
Menurutnya, perhatian terhadap petugas kebersihan tidak boleh berhenti pada apresiasi seremonial, tetapi diwujudkan dalam perlindungan konkret terhadap kesehatan dan keselamatan kerja mereka.
“Kalau mereka sakit, siapa yang jaga kota ini tetap bersih?” katanya.
Ia juga menyoroti bahwa pekerjaan membersihkan saluran air dan sungai menjadi semakin penting memasuki musim hujan. Banyak petugas harus terjun langsung ke got dan saluran drainase yang penuh sampah dan limbah. Ini meningkatkan risiko terkena infeksi atau penyakit kulit jika tidak didukung fasilitas pelindung dan layanan kesehatan rutin.
Selain itu, Mustakim menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan belum maksimal. Ia mendorong masyarakat untuk aktif tidak hanya saat ada kegiatan formal, tetapi menjadikan kebersihan sebagai gaya hidup.
“Jangan tunggu pemerintah. Kalau kita sadar lingkungan, kota ini akan bersih tanpa disuruh,” ujarnya.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, petugas kebersihan, dan masyarakat, Mustakim berharap kebersihan kota bukan hanya sebagai citra visual, tapi menjadi pondasi kesehatan dan kesejahteraan warganya. Ia menutup dengan pesan bahwa kebersihan bukan tugas satu instansi, melainkan tanggung jawab bersama (*).
















