Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Kualitas Jaringan Komunikasi Lemot Dikeluhkan Wisatawan, Gideon Minta Gandeng Provider

×

Kualitas Jaringan Komunikasi Lemot Dikeluhkan Wisatawan, Gideon Minta Gandeng Provider

Sebarkan artikel ini

“Ketika wisatawan datang dalam jumlah besar, justru jaringan sering melambat. Ini jadi tantangan serius. Di era sekarang, konektivitas sudah menjadi bagian dari kebutuhan dasar wisata,” ujar Gideon

| Editor : Tim PB

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Lonjakan kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi unggulan di Kabupaten Berau kembali memunculkan persoalan klasik.

Namun kali ini, bukan lagi soal keterbatasan penginapan, melainkan kualitas jaringan komunikasi yang belum merata.

Di tengah tingginya mobilitas pengunjung, akses internet yang lambat hingga hilang sinyal menjadi keluhan yang kerap muncul, terutama saat momen libur panjang seperti Lebaran.

Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris menilai kondisi ini tidak bisa terus dibiarkan. Apalagi sektor pariwisata yang terus berkembang harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur digital, termasuk jaringan telekomunikasi yang stabil dan merata.

Ia mengatakan kebutuhan wisatawan saat ini tidak hanya sebatas menikmati keindahan alam. Sebagian pengunjung memang mencari ketenangan, tapi tidak sedikit pula yang ingin tetap terhubung, baik untuk berkomunikasi maupun berbagi momen melalui media sosial secara langsung.

“Ketika wisatawan datang dalam jumlah besar, justru jaringan sering melambat. Ini jadi tantangan serius. Di era sekarang, konektivitas sudah menjadi bagian dari kebutuhan dasar wisata,” ujarnya.

Gideon pun mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah lebih konkret dengan menggandeng penyedia layanan telekomunikasi.

Salah satu solusi yang dinilai mendesak adalah penambahan Base Transceiver Station (BTS) serta penguatan kapasitas jaringan di kawasan wisata yang selama ini masih mengalami keterbatasan sinyal.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pemetaan wilayah blank spot secara menyeluruh. Dengan data yang akurat, intervensi pembangunan jaringan bisa dilakukan secara lebih tepat sasaran dan efektif.

“Jangan sampai potensi wisata yang besar justru terganggu oleh hal teknis seperti sinyal. Kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ia berharap, perbaikan jaringan ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan komunikasi sehari-hari (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *