Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
BIATAN

Pemkab Kembangkan Wisata Air Panas Asin Pemapak, Fasilitas Bakal Makin Lengkap

×

Pemkab Kembangkan Wisata Air Panas Asin Pemapak, Fasilitas Bakal Makin Lengkap

Sebarkan artikel ini

“Tahap tahun ini kami fokus untuk merapikan kawasan, mempercantik akses, serta menambah fasilitas pelayanan pengunjung,” ujar Andi

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

BIATAN – Fasilitas destinasi unggulan Air Panas Asin Pamapak Bapinang di Kecamatan Biatan akan ditingkatkan dan dikembangkan.

Dilansir dari beraukab.go.id Wisata Air Panas Asin Pamapak Bapinang ini diresmikan Bupati Berau saat itu, Sri Juniarsih Mas pada Selasa (7/5/2024).

Air Panas Pamapak terletak di Kampung Biatan Bapinang, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Tempat ini dikenal karena keajaiban geologinya yaitu mata air panas alami yang memiliki rasa asin, fenomena langka ini menarik perhatian wisatawan.

Air panas bercita rasa asin :

Tidak seperti kebanyakan sumber air panas, Air Panas Pemapak memiliki kandungan mineral yang membuatnya terasa asin.

Hal ini dipercaya memiliki khasiat untuk meredakan berbagai penyakit ringan, seperti pegal linu dan masalah kulit.

Sungai air dingin :

Mengalir berdampingan dengan sumber air panas, sungai ini menjadi pelengkap alami yang menambah uniknya tempat wisata ini.

Pengunjung bisa menikmati kontras suhu antara air panas dan air dingin dalam satu lokasi.

Fasilitas saat ini :

  • Kolam Dewasa
  • Kolam Bermain Anak
  • Pusat Kuliner
  • Area Camping
  • Galeri UMKM
  • Harga tiket masuk Rp. 35.000 per orang

Air Panas Pamapak dapat diakses dari pusat kota Tanjung Redeb dengan perjalanan darat sekitar 3–4 jam, meski berada di kawasan pedalaman, akses jalan terus diperbaiki untuk mendukung kenyamanan wisatawan.

Saat ini Pemkab melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau sudah mengalokasikan dana sebesar Rp. 3,5 miliar dari anggaran APBD Murni 2025 untuk melanjutkan pembangunan sarana dan prasarana wisata di Lokasi tersebut.

Menurut Staf Teknis sekaligus Pengawas Kepariwisataan Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, pembangunan tahun ini difokuskan pada penataan infrastruktur dasar dan estetika kawasan, sebagai kelanjutan dari pekerjaan tahun sebelumnya.

“Tahap tahun ini kami fokus untuk merapikan kawasan, mempercantik akses, serta menambah fasilitas pelayanan pengunjung,” ujar Andi, dikutip Selasa (11/11/2025).

Dirinya menjelaskan,  anggaran sebesar Rp. 3,5 miliar tersebut, digunakan untuk penataan drainase, perbaikan jalan, pembangunan toilet tambahan, serta penataan sungai air dingin yang menjadi daya tarik utama.

Pekerjaan pertama yang diselesaikan Disbudpar adalah penataan sistem drainase kawasan, yang kini telah rampung 100 persen.

Menurut Andi, hal ini sangat penting karena lokasi Air Panas Pemapak berada di kawasan hutan dengan banyak sumber air, baik dari mata air panas, air hujan, maupun aliran sungai air dingin.

“Kalau tidak ditata, air panas dan air dingin bisa bercampur. Itu bisa mengganggu kualitas dan kebersihan sumber air panas. Karena itu, drainase menjadi prioritas utama,” jelasnya.

Sementara pekerjaan dengan bobot anggaran terbesar adalah penataan Sungai Air Dingin, yang kini juga sudah selesai 100 persen.

Pinggiran kolam ditata di kedua sisi menggunakan batu alam, dilengkapi pintu air dan kolam alami yang bersih serta tertata rapi.

“Kami ingin menjaga keaslian alamnya, tapi tetap memberikan kenyamanan bagi wisatawan,” tambahnya.

Salah satunya adalah penambahan jumlah toilet dan ruang bilas, dari sebelumnya hanya empat pintu menjadi delapan pintu.

“Air Panas Pamapak ini termasuk destinasi dengan kunjungan dan retribusi tertinggi di Berau. Banyak pengunjung mengeluhkan antrean panjang di toilet dan ruang bilas, jadi kami tambah fasilitasnya agar lebih nyaman,” ujarnya.

Selain itu, akses jalan masuk kini diperindah dan ditata lebih rapi, serta dibuat pagar pengaman di dua titik kawasan pada pintu masuk utama dan di sisi sungai.

Inovasi lain yang dilakukan Disbudpar adalah pembangunan jalur trekking sepanjang 100 meter lebih, yang menghubungkan area wisata utama dengan area parkir.

Jalur ini memungkinkan wisatawan menikmati suasana hutan di sekitar sumber air panas tanpa bercampur dengan arus pengunjung yang baru masuk.

Selain itu, juga tengah diselesaikan pembuatan ruang terbuka hijau (RTH) di sisi luar Sungai Air Dingin, yang kini telah mencapai progres 80 persen.

Kawasan ini akan menjadi taman hijau yang luas dengan jembatan penyeberangan dan area taman rekreasi alami.

“Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati air panasnya, tapi juga suasana alamnya yang asri. Jadi konsepnya bukan sekadar mandi air panas, tapi rekreasi keluarga yang lengkap,” ujar Andi (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *