“Pariwisata bukan hanya tentang acara besar yang meriah, tapi bagaimana masyarakat di sekitar destinasi mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung,” ujar Sri Kumalasari
| Editor : Anang Ma
TANJUNG REDEB – Festival atau kegiatan promosi wisata seperti Maratua Musik Festival (M2F) 2025 bisa menjadi momentum untuk menguatkan peran masyarakat sebagai pelaku utama, bukan sekadar penonton.
Hal ini ditegaskan anggota Komisi II DPRD Berau, Sri Kumalasari yang menilai pembangunan sektor pariwisata di Bumi Batiwakkal tidak akan berarti besar tanpa keterlibatan aktif pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi lokal.
“Pariwisata bukan hanya tentang acara besar yang meriah, tapi bagaimana masyarakat di sekitar destinasi mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung,” ujar Sri Kumalasari, Senin (10/11/2025) lalu.
Menurutnya, setiap kegiatan pariwisata seharusnya membuka ruang bagi produk-produk lokal untuk tampil. Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan digital marketing, sehingga produk khas Berau bisa menembus pasar yang lebih luas.
“Pelaku UMKM harus disiapkan untuk mampu bersaing, terutama di era digital. Dengan begitu, setiap festival akan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi warga lokal,” jelasnya.
Kumalasari juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas instansi agar pembangunan sektor pariwisata tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi ekosistem yang saling menguatkan antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Pariwisata yang baik adalah yang berkelanjutan menjaga alam, budaya, sekaligus menyejahterakan masyarakat,” tegasnya (*).
















