Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Sutami Dukung Langkah DLHK Kerjasama Konsorsium Dalam Pengelolaan Sampah

×

Sutami Dukung Langkah DLHK Kerjasama Konsorsium Dalam Pengelolaan Sampah

Sebarkan artikel ini

“Kalau kami menilai, apa yang dilakukan DLHK saat ini sudah tepat,” ujar Sutam

| Editor : Pojok-Borneo

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Rencana kerja sama Pemkab dengan pihak konsorsium dalam pengolahan sampah sebelum dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan langkah maju dalam menekan volume sampah.

Langkah ini, menurut Anggota Komisi II DPRD, Sutami, adalah sudah berada di jalur yang tepat apa yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah.

“Kalau kami menilai, apa yang dilakukan DLHK saat ini sudah tepat,” ujar Sutami.

Ada perencanaan kerja sama konsorsium untuk pengolahan sampah sebelum ke TPA, ia melihat sedang berproses dan itu bagus untuk mengurangi volume sampah. Langkah ini nilai sangat bijak.

Ia menjelaskan, konsep pengolahan ini akan membuat sampah tidak langsung dikubur dalam jumlah besar, melainkan melalui proses pengolahan terlebih dahulu.

Dengan begitu, volume yang masuk ke TPA menjadi lebih sedikit dan memperpanjang umur operasional lokasi pembuangan akhir tersebut.

“Bisa mengurangi percepatan kepenuhan TPA,” jelasnya.

Meski begitu, Sutami tak menampik masih ada kendala anggaran yang dihadapi DLHK dalam menjalankan program tersebut. Beberapa usulan kegiatan, kata dia, belum dapat terealisasi karena keterbatasan dana.

“Mudah-mudahan bisa masuk di anggaran mendatang, kita perjuangkan,” ungkapnya.

Terkait rencana jangka panjang menuju sistem waste to energy, Sutami menilai arah tersebut bisa diwujudkan dengan dukungan pihak ketiga melalui pola kerja sama konsorsium.

“Mungkin nanti alatnya bisa disediakan melalui pihak ketiga,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika arah pengelolaan itu bisa dijalankan lewat konsorsium, maka ketergantungan terhadap pembiayaan pemerintah bisa berkurang.

“Kalau bergantung pada pemerintah saja, tidak bisa,” tegasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *