“Di Kecamatan Segah memang belum ada SMA Negeri, jadi anak – anak yang hendak melanjutkan sekolah harus keluar daerah seperti di SMA Labanan yang jaraknya lumayan cukup jauh dan kondisi tersebut pernah merenggut nyawa pelajar saat menempuh perjalanan” ujar Syarifatul

TANJUNG REDEB – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Dr. Hj. Syarifatul Syadiah, S. Pd, M. Si akan terus mengawal rencana pembangunan SMA 16 Segah di Kecamatan Segah dan SMA 17 Tabalar di Kecamatan Tabalar, Kabupaten Berau, yang beberapa waktu lalu ia kunjungi kedua lokasi tersebut bersama dengan jajaran Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Provinsi Kaltim.
Untuk rencana pembangunan SMA 16 Segah, Syarifatul menjelaskan, proses verifikasi lahan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu, merupakan hibah dari kepala kampung Bukit Makmur, Saidin Saputra yang letaknya di Kampung Bukit Makmur, Kecamatan Segah seluas 2 (dua) hektar.
Ia mengatakan, aspirasi pembangunan SMA 16 Segah ini telah disuarakan sejak lama oleh masyarakat setempat, bahkan sejak dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Berau dimana usulan itu hampir selalu muncul dalam setiap Musrenbang yang digelar di tingkat kecamatan.
“Di Kecamatan Segah memang belum ada SMA Negeri, jadi anak – anak yang hendak melanjutkan sekolah harus keluar daerah seperti di SMA Labanan yang jaraknya lumayan cukup jauh dan kondisi tersebut pernah merenggut nyawa pelajar saat menempuh perjalanan” ujar Syarifatul.
Melihat kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan dan semakin bertambahnya jumlah penduduk di Kecamatan Segah maka ia berkomitmen akan terus mengawal pembangunan SMA 16 Segah hingga benar – benar terealisasi.
“Kebetulan saya berada di Badan Anggaran DPRD, jadi saya bertekad untuk terus mengawal aspirasi ini sejak tahun lalu, dimana kewenangan pembangunan SMA memang berada di pemerintah provinsi” jelasnya.
Anggota legislatif provinsi yang juga politisi Golkar ini berharap seluruh proses administrasi hibah lahan dapat segera rampung sehingga sertfikat dapat diterbitkan dan menjadi aset pemeerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Semoga tak ada kendala, jika administrasi hibah sudah selesai dan sertifikat terbit maka pembangunan unit sekolah baru seperti SMA 16 Segah ini, bisa dilaksanakan” ungkap Syarifatul Syadiah.
Sedangkan untuk rencana pembangunan SMA 17 Tabalar di Kecamatan Tabalar, menggunakan lahan hibah Kepala Kampung Buyung – Buyung yang berada di Kampung Buyung – Buyung seluas 2 (dua) hektar yang saat ini sedang dalam proses pengurusan administrasi sertifikat lahan oleh Pemerintah Provinsi.
Menurut Syarifatul, keberadaan SMA 17 Tabalar memang sangat dibutuhkan, selama ini banyak pelajar harus menempuh perjalanan yang cukup jauh bahkan ada yang harus tinggal di luar daerah demi menempuh pendidikan.
“Dengan adanya sekolah ini (SMA 17 Tabalar), anak – anak tidak perlu lagi jauh – jauh sekolah atau tinggal di luar daerah. Orang tua juga bisa lebih mudah mengawasi anak – anaknya” pungkasnya (*).
















