Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Serukan Perubahan Besar, Bupati Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

×

Serukan Perubahan Besar, Bupati Ajak Warga Ubah Sampah Jadi Nilai Ekonomi

Sebarkan artikel ini

“TPA Bujangga sudah melebihi kapasitas. Jika tidak segera ditangani, maka ini bisa menjadi bencana lingkungan. Saya mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi sampah dan mengubahnya menjadi barang yang memiliki nilai guna” Bupati Berau Hj. Sri Juniarsih Mas

| Editor : Anang Ma

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Bupati Berau, HJ. Sri Juniarsih Mas pun menyerukan perubahan besar dalam cara masyarakat memperlakukan sampah, apalagi kini Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bujangga tak lagi mampu menampung timbunan limbah rumah tangga yang kian hari terus meningkat.

“TPA Bujangga sudah melebihi kapasitas. Jika tidak segera ditangani, maka ini bisa menjadi bencana lingkungan. Saya mengajak masyarakat untuk mulai mengurangi sampah dan mengubahnya menjadi barang yang memiliki nilai guna,” tegasnya, dikutip Jumat (18/7/2025).

Ia menekankan, sampah bukan lagi sekadar urusan pemerintah. Semua pihak, termasuk pelaku UMKM, rumah tangga, hingga lembaga pendidikan harus berperan aktif.

Salah satu langkah awal yang disarankannya adalah melakukan pemilahan sampah sejak dari rumah.

“Mulailah dari hal kecil, pisahkan sampah organik dan anorganik, kurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan manfaatkan 23 Bank Sampah yang tersebar di wilayah Berau,” ujarnya.

Menurutnya, Bank Sampah bukan hanya solusi lingkungan, tapi juga peluang ekonomi. Sampah anorganik bernilai bisa disalurkan ke bank sampah atau menjadi produk kerajinan daur ulang yang bisa dijual. Sedangkan sampah organik bisa diolah menjadi kompos yang bermanfaat untuk pertanian.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Berau, Mustakim Suharjana juga menyoroti ancaman serius dari limbah plastik.

“Plastik adalah ancaman nyata. Ia merusak ekosistem, mencemari laut dan sungai, bahkan mengancam kesehatan manusia. Kita harus mulai dari kebiasaan sederhana di rumah: pilah sebelum buang,” katanya.

DLHK kini tengah menggalakkan program Buang Sampah Terpilah (BST), sebuah gerakan yang mengajak warga untuk lebih sadar dalam mengelola limbah. Mustakim mengingatkan bahwa TPA seharusnya bukan tempat semua sampah dibuang, melainkan hanya untuk residu yang tak bisa diolah kembali.

Sebagai langkah lanjutan, pemerintah juga mulai mengoperasikan teknologi incinerator self-burn di sejumlah titik, salah satunya di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Tanjung Batu. Teknologi ini diharapkan mampu mengurangi volume residu yang masuk ke TPA, sekaligus meminimalkan dampak lingkungan.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha, Bupati optimistis Berau bisa keluar dari krisis sampah ini.

“Mari kita ubah pola konsumsi dan pola pikir kita terhadap sampah. Dari ancaman, menjadi peluang. Bersama, kita wujudkan Berau yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *