“Melalui rakor ini, kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan sistem perlindungan anak yang komprehensif, sehingga setiap anak di Berau mendapatkan haknya secara optimal.” jelas Rabiatul Islamiah

TANJUNG REDEB – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Berau menegaskan komitmennya dalam mendukung pendampingan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) melalui keikutsertaan aktif dalam Rapat Koordinasi (Rakor) AMPK yang digelar di Ruang Rapat Sangalaki pada Senin, 06–07 April 2026 lalu.
Kegiatan yang dibuka oleh Sekretaris Daerah mewakili Bupati Berau, Muhammad Said, ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna meningkatkan perlindungan terhadap anak, khususnya yang menghadapi berbagai permasalahan sosial dan psikologis.
Dalam rakor tersebut, Kemenag Berau mengambil peran penting melalui kehadiran Rahman Duka selaku Kasubbag TU yang memimpin doa pembukaan, serta Fatahuddin selaku Kasi Pendidikan Pondok Pesantren (Pontren).
Sementara itu, Ketua panitia Rabiatul Islamiah selaku Kepala Dinas PPKBP3A mengungkapkan bahwa berbagai kasus anak di Berau, seperti tekanan psikologis hingga putus sekolah, memerlukan penanganan terpadu.
Ia menekankan pentingnya dukungan dari seluruh stakeholder, dalam mendorong kebijakan yang berpihak pada anak, seperti penguatan sekolah inklusi dan sistem manajemen kasus yang terstruktur.
“Melalui rakor ini, kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan sistem perlindungan anak yang komprehensif, sehingga setiap anak di Berau mendapatkan haknya secara optimal.” jelasnya.
Selain itu, materi yang disampaikan oleh Yudi Hardiyanto, Psikolog Klinis dari Klinik Pratama Polrestabes Semarang, semakin memperkaya perspektif peserta terkait pentingnya pendekatan psikologis dalam pendampingan AMPK.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kabupaten Berau menegaskan dukungannya dalam upaya perlindungan anak melalui pendekatan keagamaan, pembinaan moral, serta kolaborasi lintas sektor.
Diharapkan, sinergi yang terbangun mampu memperkuat sistem pendampingan yang terintegrasi dan berkelanjutan demi mewujudkan Kabupaten Berau sebagai daerah yang ramah dan layak bagi anak (*).
















