Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Tim Verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Masih Temukan Data Yang Perlu Diperbaiki

×

Tim Verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat Masih Temukan Data Yang Perlu Diperbaiki

Sebarkan artikel ini

“Yang perlu kita perkuat sekarang tinggal dokumen dan data pendukungnya. Masih ada yang kurang lengkap dan belum sesuai sehingga diminta untuk dilengkapi. Kami diberi waktu satu bulan dan optimistis seluruh kekurangan itu bisa diselesaikan,” ungkap Yudha

Example 300x600

Tanjung Redeb – Kepala Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau, Yudha Budisantosa mengakui tim verifikator Geopark Sangkulirang-Mangkalihat masih menemukan sejumlah catatan, terutama pada kelengkapan dokumen pendukung.

Selama proses verifikasi, tidak semua geosite dikunjungi secara langsung sehingga penilaian banyak bertumpu pada kualitas dokumen yang disiapkan pemerintah daerah.

Seperti diketahui, total Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sebanyak 26 geosite, terdiri dari 15 geosite di Berau dan 11 geosite di Kutim.

Ia mengungkapkan proses pembahasan dokumen berlangsung sangat intensif. Dari pembahasan tersebut, masih ditemukan data yang perlu diperbaiki, dilengkapi, dan disusun ulang agar sesuai dengan indikator penilaian Geopark Nasional.

“Yang perlu kita perkuat sekarang tinggal dokumen dan data pendukungnya. Masih ada yang kurang lengkap dan belum sesuai sehingga diminta untuk dilengkapi. Kami diberi waktu satu bulan dan optimistis seluruh kekurangan itu bisa diselesaikan,” ungkap Yudha. 

Menurutnya, dari sisi geologi Berau tidak lagi menjadi persoalan. Keanekaragaman geologi maupun geodiversity dinilai telah memenuhi syarat, termasuk keberadaan kawasan hutan lindung yang menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan geopark.

Karena itu, fokus utama saat ini adalah memperkuat aspek budaya, ekonomi, serta bukti keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan.

“Geologinya sudah tidak diragukan lagi. Yang kita perkuat sekarang adalah sisi budaya dan ekonomi,” ucapnya.

Semua indikator dinilai, mulai dari pelestarian, pendidikan, penelitian, pemberdayaan masyarakat, hingga bagaimana pengelolaan dan promosi geopark dilakukan selama ini.

Yudha menambahkan, kesiapan Berau sebagai pintu gerbang Geopark Sangkulirang-Mangkalihat juga terus diperkuat melalui pembangunan infrastruktur pendukung.

Akses dari bandara menuju sebagian besar geosite dinilai semakin baik dan telah mendukung kunjungan wisatawan, salah satu lokasi yang mendapat perhatian khusus saat verifikasi adalah Labuan Cermin.

Menurutnya, destinasi tersebut menjadi contoh keberhasilan pengelolaan wisata yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Ia menjelaskan, pengelola Labuan Cermin menerapkan sistem pengelolaan sampah yang disiplin. Seluruh sampah wisatawan dikumpulkan setiap hari setelah jam kunjungan, kemudian langsung diolah menggunakan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

Bahkan, pengelola juga mempekerjakan petugas kebersihan yang dibiayai dari pendapatan objek wisata tersebut.

“Labuan Cermin benar-benar bersih. Sampah bekas makanan dan minuman langsung diangkut dan dikelola pada hari yang sama. Itu sudah kami lihat langsung saat verifikasi. Kami berharap pola seperti ini bisa menjadi contoh bagi seluruh destinasi wisata di Berau,” pungkasnya (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *