“Kepada para adik-adik mahasiswa, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta membangun karakter yang kuat,” ujar Rudy Mas’ud

TANJUNG REDEB – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program Gratispol.
Di Kabupaten Berau, sebanyak 1.040 mahasiswa menerima beasiswa pendidikan, sementara ribuan guru dan ratusan pengurus rumah ibadah juga memperoleh insentif dari pemerintah provinsi.
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, mengatakan program tersebut merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk mencetak generasi muda yang unggul sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pendidik dan pengurus rumah ibadah.
Total beasiswa Gratispol yang disalurkan kepada mahasiswa di Kabupaten Berau mencapai Rp4.497.550.000. Bantuan tersebut diberikan kepada 1.040 mahasiswa yang berasal dari tiga perguruan tinggi.
Sebanyak 185 mahasiswa Politeknik Sinar Mas Berau Coal menerima beasiswa senilai Rp925 juta. Selanjutnya, 108 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Tanjung Redeb memperoleh bantuan sebesar Rp537,55 juta. Sementara itu, 747 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Berau menerima beasiswa dengan total nilai sekitar Rp3,035 miliar.
Rudy Mas’ud berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara maksimal oleh para mahasiswa untuk meningkatkan kualitas diri dan mempersiapkan masa depan.
“Kepada para adik-adik mahasiswa, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan meningkatkan kompetensi, menguasai teknologi, serta membangun karakter yang kuat,” ujar Rudy Mas’ud.
Ia juga mengajak para penerima beasiswa agar kelak mengabdikan ilmu yang diperoleh untuk kemajuan daerah.
“Kami berharap setelah lulus, adik-adik mengabdikan ilmunya untuk membangun Berau dan Kalimantan Timur,” tuturnya.
Selain beasiswa mahasiswa, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga menyalurkan insentif kepada tenaga pendidik di Kabupaten Berau. Sebanyak 921 guru jenjang TK/KB/RA/TPA, 360 guru SD/MI, dan 409 guru SMP/MTs menerima insentif sebesar Rp500 ribu per bulan selama enam bulan.
Menurut Rudy, perhatian terhadap para guru merupakan investasi penting dalam mewujudkan generasi emas Kalimantan Timur.
“Perhatian kepada para guru merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting bagi kemajuan Kaltim,” tegasnya.
Tak hanya itu, pemerintah provinsi juga memberikan insentif kepada para penjaga rumah ibadah sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka dalam menjaga kebersihan dan kelayakan tempat ibadah.
Di Kabupaten Berau, penerima insentif terdiri atas 360 pengurus masjid, 124 pengurus gereja Protestan, 23 pengurus gereja Katolik, serta masing-masing dua orang penjaga pura dan vihara.
Rudy menegaskan seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari semangat Program Gratispol yang mengedepankan pemerataan dan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Bagi kami, seluruh bantuan ini mencerminkan semangat Gratispol dengan menghadirkan kebijakan yang inklusif dan berkeadilan,” pungkasnya (*).
















