“Kalau kondisinya memang tidak memungkinkan, tentu tidak bisa kita tetap membuka sebagaimana mestinya. Penutupan ini adalah langkah terbaik demi menjaga keamanan, keselamatan, sekaligus menyelamatkan destinasi wisata itu sendiri,” ujar Yudha.

Tanjung Redeb – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur mulai merambah sektor pariwisata. Di Kabupaten Berau, dua destinasi wisata ditutup sementara karena kondisi di lapangan dinilai berisiko terhadap keselamatan pengunjung.
Dua destinasi yang ditutup yakni Air Terjun Tembalang dan Bukit Mincau di Kecamatan Segah. Penutupan mulai diberlakukan sejak Senin (31/8/2026).
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan kebijakan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat kondisi karhutla di wilayah tersebut.
Menurut Yudha, pemerintah tidak ingin mengambil risiko dengan tetap membuka destinasi wisata ketika situasi di lapangan belum sepenuhnya aman.
“Kalau kondisinya memang tidak memungkinkan, tentu tidak bisa kita tetap membuka sebagaimana mestinya. Penutupan ini adalah langkah terbaik demi menjaga keamanan, keselamatan, sekaligus menyelamatkan destinasi wisata itu sendiri,” ujarnya.
Yudha menegaskan, penutupan kedua destinasi tersebut bersifat sementara. Disbudpar Berau akan melakukan pemantauan dan evaluasi kondisi di lapangan setiap pekan.
Hasil evaluasi nantinya menjadi dasar untuk menentukan apakah destinasi wisata masih perlu ditutup atau sudah memungkinkan kembali menerima wisatawan.
“Untuk waktunya, kita pantau setiap pekan, karena kondisi kedaruratan ini juga dipantau setiap minggu. Kalau minggu ini situasi sudah membaik, tentu kita harapkan bisa kembali normal,” jelasnya.
Selain Air Terjun Tembalang dan Bukit Mincau, Disbudpar Berau juga membuka kemungkinan menutup sementara destinasi wisata lainnya apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya risiko terhadap keselamatan wisatawan maupun pengelola.
Koordinasi dengan para pengelola destinasi wisata pun terus dilakukan untuk memperoleh informasi terbaru mengenai kondisi di masing-masing lokasi.
“Kami akan koordinasikan dengan teman-teman pengelola untuk menyampaikan kondisi terkini di destinasinya masing-masing. Jika memang perlu penyelamatan, kita berikan imbauan untuk ditutup sementara,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Berau, Arman Nofriansyah, menilai penutupan destinasi wisata yang terdampak atau berpotensi terdampak karhutla merupakan langkah yang tepat.
Menurutnya, kebijakan tersebut dapat meminimalkan potensi kejadian yang tidak diinginkan. Terlebih, Kecamatan Segah menjadi salah satu wilayah yang memiliki titik panas di Kabupaten Berau.
“Iya memang perlu ada penyesuaian, terkait dengan penutupan seperti di objek wisata yang berpotensi terjadi karhutla,” tuturnya.
Dengan kondisi tersebut, penutupan sementara destinasi wisata menjadi langkah antisipasi hingga situasi di lapangan kembali aman bagi wisatawan maupun pengelola (*).
















