Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example 728x250
TANJUNG REDEB

Syarifatul Sya’diah Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Berau 2026–2031

×

Syarifatul Sya’diah Terpilih Aklamasi Pimpin Golkar Berau 2026–2031

Sebarkan artikel ini

“Saya patut bersyukur kepada Allah SWT dan kepada semuanya karena secara aklamasi saya sudah terpilih dari Musda ini. Bagi kami ini adalah amanah dari seluruh kader, dari Provinsi Kalimantan Timur, dan seluruh sesepuh Partai Golkar,” ujar Syarifatul

Example 300x600

TANJUNG REDEB – Musyawarah Daerah (Musda) Ke-XI DPD Partai Golkar Kabupaten Berau menetapkan Drs. Hj. Syarifatul Sya’diah, M.Si sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Berau masa bakti 2026–2031.

Syarifatul terpilih secara aklamasi dalam Musda yang digelar di Hotel Mercure, Kabupaten Berau, Rabu (26/8/2026).

Usai ditetapkan sebagai ketua, Syarifatul menegaskan bahwa kepemimpinan tersebut bukanlah kemenangan pribadi, melainkan amanah dan tanggung jawab yang harus dijalankan bersama seluruh kader serta keluarga besar Partai Golkar.

“Saya patut bersyukur kepada Allah SWT dan kepada semuanya karena secara aklamasi saya sudah terpilih dari Musda ini. Bagi kami ini adalah amanah dari seluruh kader, dari Provinsi Kalimantan Timur, dan seluruh sesepuh Partai Golkar,” ujarnya.

Syarifatul mengatakan, kepemimpinannya ke depan akan diarahkan untuk memperkuat Partai Golkar Berau agar semakin solid, dicintai masyarakat, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Salah satu pesan utama yang disampaikan Syarifatul adalah pentingnya menghilangkan sekat dan perbedaan di internal partai. Ia mengajak seluruh kader bergerak sebagai satu kesatuan untuk membesarkan Partai Golkar.

“Saya tidak ingin lagi ada istilah kelompok kanan, kelompok kiri. Tidak ada lagi sayap kanan, sayap kiri. Mulai hari ini kita adalah satu. Tidak ada yang menang, tidak ada yang kalah. Yang menang adalah Partai Golkar, yang menang adalah kebersamaan dan rasa kekeluargaan,” tegasnya.

Menurutnya, tantangan politik ke depan akan semakin dinamis seiring meningkatnya daya kritis masyarakat dan cepatnya perubahan sosial.

Karena itu, Partai Golkar tidak boleh hanya hadir ketika momentum politik berlangsung. Golkar harus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, memperjuangkan kepentingan rakyat, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan.

“Saya ingin Partai Golkar Berau dikenal bukan hanya karena atribut dan lambangnya, tetapi karena kerja-kerja nyata dari para kadernya, khususnya di fraksi Partai Golkar,” katanya.

Perhatian tersebut, lanjut Syarifatul, mencakup berbagai kelompok masyarakat, mulai dari nelayan, petani, pelaku UMKM, perempuan, pemuda, dunia pendidikan hingga seluruh lapisan masyarakat Berau.

“Kita harus menjadi partai yang bekerja sebelum diminta, bergerak sebelum diperintah, dan hadir ketika rakyat membutuhkan,” ujarnya.

Untuk memperkuat organisasi, Syarifatul menyebut soliditas, kaderisasi dan kemenangan sebagai tiga kekuatan utama yang akan menjadi fokus kepemimpinannya.

Ia juga mengajak seluruh kader dan anggota fraksi menjaga hubungan baik dengan pemerintah daerah, DPRD, partai politik lainnya, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama hingga tokoh adat.

“Golkar tidak datang untuk memusuhi. Golkar datang untuk membangun bersama. Golkar tidak pernah mencari musuh. Golkar ingin datang untuk memberikan solusi,” ucapnya.

Meski demikian, Syarifatul menegaskan Golkar tetap akan menjalankan fungsi politik secara kritis ketika kepentingan masyarakat harus diperjuangkan. Sebaliknya, Golkar akan bersikap konstruktif ketika pemerintah membutuhkan dukungan dalam pembangunan daerah.

“Politik pada akhirnya bukan tentang siapa yang paling keras berbicara. Politik adalah tentang siapa yang paling banyak memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Syarifatul juga menilai Partai Golkar Berau selama ini telah berupaya membuka ruang bagi masyarakat. Hal tersebut terlihat dari berbagai aktivitas yang dilaksanakan di sekretariat partai, mulai dari kegiatan UMKM, olahraga, taekwondo hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.

“Artinya partai kami adalah partai yang terbuka untuk masyarakat. Bukan partai eksklusif, hanya milik kami saja, tetapi adalah milik masyarakat,” ujarnya.

Sebagai ketua terpilih, Syarifatul menyadari roda organisasi tidak dapat dijalankan seorang diri. Ia meminta dukungan dan arahan dari para senior, sesepuh, ketua terdahulu, kader muda, kader perempuan, organisasi sayap maupun seluruh keluarga besar Partai Golkar.

“Saya tidak bisa sendiri. Saya perlu bantuan, kita perlu duduk bersama, memecahkan masalah, mencari solusi, dan kita bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Berau yang sedang membutuhkan solusi,” tuturnya.

Ia berharap kepemimpinannya dapat berjalan secara terbuka, komunikatif, kolektif, dan mengedepankan semangat gotong royong.

Syarifatul menegaskan tidak ingin larut dalam euforia setelah terpilih. Langkah selanjutnya adalah melakukan konsolidasi organisasi, merapikan struktur, memperkuat kaderisasi, serta menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Setelah Musda kita langsung bekerja. Sekarang kita konsolidasikan organisasi, kita rapikan struktur, kita perkuat kader, dan kita terus ke masyarakat dengan menyusun program kerja yang menyentuh kebutuhan rakyat,” katanya.

Menghadapi agenda politik ke depan, Syarifatul memastikan Partai Golkar Berau akan memperkuat organisasi dan bergerak bersama seluruh kader.

“Saya ingin dari Berau kita kirimkan pesan bahwa Golkar Berau solid, Golkar Berau bergerak, Golkar Berau bekerja, dan insyaallah Golkar Berau menang,” pungkasnya.

Menurut Syarifatul, kemenangan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan kemenangan Partai Golkar yang pada akhirnya diharapkan bermuara pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Berau (*).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *