“Yang pertama adalah bagaimana kita meningkatkan pendapatan PAD. Yang kedua efisiensi dalam belanja, kemudian yang ketiga adalah program-program prioritas yang memang harus kita tracking kembali,” ujar M Said

Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mulai bersiap menghadapi tekanan fiskal pada 2027. Proyeksi anggaran yang berada di kisaran Rp2,4 triliun membuat pemerintah daerah harus lebih selektif dalam mengatur belanja sekaligus mencari ruang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, mengatakan terdapat tiga strategi utama yang disiapkan pemerintah, yakni meningkatkan PAD, melakukan efisiensi belanja, dan meninjau kembali program-program prioritas.
“Yang pertama adalah bagaimana kita meningkatkan pendapatan PAD. Yang kedua efisiensi dalam belanja, kemudian yang ketiga adalah program-program prioritas yang memang harus kita tracking kembali,” ujarnya.
Menurut Said, keterbatasan fiskal membuat seluruh program tidak bisa diperlakukan sama. Pemerintah perlu memetakan kembali kegiatan berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya terhadap masyarakat.
Belanja pegawai juga menjadi salah satu komponen besar dalam struktur APBD. Meski demikian, Said memastikan efisiensi tidak diarahkan pada pengurangan hak aparatur sipil negara (ASN).
“Pasti kita menyesuaikan. Kondisi ini bukan hanya di Kabupaten Berau, tetapi di semua daerah juga mengalami hal yang sama,” katanya.
Ia menegaskan, pemerintah tetap berupaya memastikan hak pegawai terpenuhi sesuai komitmen kepala daerah. Karena itu, penyesuaian akan lebih banyak diarahkan pada kegiatan maupun belanja lain yang masih memungkinkan untuk diefisienkan.
“Kita upayakan paling tidak pegawai tetap menerima haknya. Sesuai dengan janji Bupati pada saat itu, tidak dilakukan pemotongan. Maka kegiatan atau belanja-belanja yang lain kita lakukan efisiensi dan menyesuaikan kondisi,” jelasnya.
Di sisi lain, optimalisasi PAD menjadi salah satu pekerjaan penting pemerintah daerah. Peningkatan pendapatan lokal diharapkan dapat memberikan ruang fiskal tambahan ketika sumber pendapatan lain mengalami tekanan.
Penyusunan APBD 2027 nantinya akan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Program yang berdampak langsung terhadap masyarakat dan berkaitan dengan kebutuhan mendasar akan ditempatkan sebagai prioritas.
Pemkab Berau juga akan melakukan pemetaan terhadap program yang harus dipertahankan, ditingkatkan maupun disesuaikan dengan kondisi fiskal.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berupaya agar penurunan kemampuan anggaran tidak menghambat pembangunan.
Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara pendapatan yang harus ditingkatkan, belanja yang harus dihemat, dan program prioritas yang tetap harus berjalan (*).
















